Mitos Tentang HIV/AIDS yang Wajib Dibasmi, Penularan Gak Semudah yang Kamu Kira!

Mitos Tentang HIV/AIDS yang Wajib Dibasmi, Penularan Gak Semudah yang Kamu Kira!
- (Dok. Freepik).

JAKATRA, GENVOICE.ID - Gen, Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang dan merusak sel imunitas, yang fungsinya adalah benteng pertahanan tubuh kita melawan infeksi. Karena dampaknya yang berpotensi menyebabkan kondisi parah seperti AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), wajar jika banyak orang merasa khawatir atau takut.

Namun, ketakutan ini seringkali didasarkan pada informasi yang salah. Meskipun HIV bukanlah penyakit baru, masih banyak sekali mitos dan kesalahpahaman yang beredar luas di masyarakat. Mitos-mitos inilah yang sayangnya membuat sebagian besar Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sering dijauhi dan mendapat stigma negatif dari orang-orang di sekitar mereka.

Gen, penting banget untuk kita tahu fakta sebenarnya, agar kita bisa menunjukkan empati dan menghilangkan diskriminasi. Melansir dari berbagai sumber terpercaya, termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), berikut adalah penjelasan tuntas mengenai mitos-mitos salah kaprah tentang HIV/AIDS:

1. Mitos: Tertular dari Interaksi Sehari-hari (Sentuhan, Benda, Toilet)

Banyak orang khawatir tertular hanya karena berinteraksi, berjabat tangan, atau berdekatan dengan teman/kerabat yang positif HIV.

Fakta: Penularan HIV tidak terjadi semudah itu! CDC menegaskan bahwa HIV tidak dapat hidup lama di luar tubuh manusia (misalnya di permukaan benda).

Penularan HIV TIDAK terjadi melalui:

  • Sentuhan fisik atau berjabat tangan.

  • Air mata, keringat, atau urine.

  • Menyentuh pegangan pintu, menggunakan toilet yang sama.

  • Menggunakan peralatan makan, gelas, atau piring yang sama.

  • Menyebar melalui udara (batuk atau bersin).

2. Mitos: HIV Menular Melalui Gigitan Nyamuk

Ini adalah salah satu mitos paling populer dan sering membuat orang panik. Anggapannya adalah nyamuk yang mengisap darah orang terinfeksi HIV bisa menularkan virus tersebut ke orang lain saat menggigit.

Fakta: Anggapan ini TIDAK BENAR! CDC mengatakan bahwa gigitan nyamuk atau serangga lainnya sama sekali tidak dapat menularkan HIV.

Mengutip penjelasan WebMD, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa meskipun di suatu area terdapat banyak nyamuk dan kasus HIV, gigitan nyamuk tidak dapat menularkan virus. Hal ini dikarenakan HIV tidak bereplikasi di dalam tubuh serangga.

3. Mitos: HIV Dapat Menular Lewat Makanan

Sebagian orang khawatir berbagi makanan atau makan bersama dengan ODHA. Mereka mengira HIV dapat menular apabila makanan yang dikonsumsi terkontaminasi oleh virus dari pengidap.

Fakta: Seseorang tidak dapat terinfeksi HIV meskipun mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Mengutip situs Komdigi, virus HIV akan langsung mati begitu terpapar di luar tubuh manusia, termasuk di makanan maupun air. Berbagi makanan sama sekali tidak berisiko menularkan HIV.

4. Mitos: Terinfeksi HIV Pasti Akan Mengalami AIDS

Banyak orang menyamakan HIV dan AIDS seolah keduanya adalah hal yang sama, dan mengira orang yang positif HIV pasti akan langsung menderita AIDS.

Fakta: HIV dan AIDS saling berkaitan, tetapi keduanya berbeda. AIDS adalah kondisi yang muncul setelah infeksi HIV berlangsung selama bertahun-tahun dan sudah melemahkan sistem kekebalan tubuh hingga berada pada tahap yang sangat parah. Namun, berkat kemajuan medis, tidak semua orang yang terinfeksi HIV akan mengembangkan kondisi menjadi AIDS.

5. Mitos: ODHA Tidak Akan Berumur Panjang

Sebagian orang masih meyakini bahwa ODHA akan sakit-sakitan dan usianya tidak akan panjang.

Fakta: Kemajuan dalam pengobatan HIV, terutama dengan penggunaan antiretroviral therapy (ARV), mampu membuat ODHA bisa bertahan hidup jauh lebih lama, bahkan menjalani hidup yang hampir normal.

Terapi ARV memang tidak dapat menyembuhkan HIV, tetapi obat ini sangat efektif dalam mengurangi jumlah virus di dalam tubuh (viral load). Dengan pengobatan ARV yang tepat dan teratur, ODHA tetap dapat beraktivitas normal, bekerja, berkeluarga, dan memiliki harapan hidup yang panjang, sama seperti orang lain.

Gen, mari kita hentikan stigma. Dengan edukasi yang benar, kita bisa menjadi masyarakat yang lebih suportif bagi ODHA.


Gen, menurut kalian, selain informasi yang benar, langkah nyata apa yang paling efektif untuk menghilangkan diskriminasi terhadap ODHA?

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE