Pameran John Galliano di MET Gala 2027 Batal, Kontroversi Ucapan Antisemit Jadi Sorotan
Retrospektif sembilan bulan bertajuk "John Galliano: Horizons" akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan dari sejumlah donor dan tokoh komunitas Yahudi.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Rencana Metropolitan Museum of Art atau The Met di New York untuk menggelar pameran khusus John Galliano akhirnya berakhir dengan pembatalan. Pameran bertajuk "John Galliano: Horizons" tersebut sebelumnya direncanakan berlangsung selama sembilan bulan mulai Mei 2027 dan dibuka bertepatan dengan Met Gala.
Pembatalan ini terjadi setelah rencana tersebut menuai penolakan dari sejumlah pihak, termasuk donor museum dan tokoh dari komunitas Yahudi. Kontroversi kembali mengemuka karena rekam jejak Galliano terkait pernyataan antisemit dan rasial yang pernah membuat kariernya terguncang pada 2011.
The Met Batalkan Pameran John Galliano
Galliano seharusnya menjadi salah satu dari sedikit desainer yang mendapat penghormatan melalui pameran tunggal berskala besar di Costume Institute saat masih hidup. Sejak divisi tersebut berdiri pada 1937, hanya Yves Saint Laurent pada 1983 dan Rei Kawakubo pada 2017 yang sebelumnya mendapat kesempatan serupa.
Namun, rencana tersebut akhirnya tidak diteruskan setelah muncul perdebatan panjang mengenai keputusan The Met mengangkat perjalanan karier Galliano. Sang desainer pun menyatakan bahwa pameran tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan demi menghindari persoalan yang lebih besar bagi museum.
"Setelah melakukan refleksi yang panjang dan berdiskusi dengan semua pihak, saya memutuskan dengan berat hati, ada baiknya pameran ini tidak dilangsungkan," ujar Galliano dalam pernyataan tertulis pada Senin (31/8/2026).
Galliano Akui Kesalahan Masa Lalu
Kontroversi yang membayangi pameran tersebut berkaitan dengan insiden pada 2011 ketika Galliano terseret kasus pernyataan bernada antisemit dan rasial. Peristiwa tersebut berdampak besar terhadap kariernya hingga ia kehilangan posisi sebagai direktur kreatif Dior setelah sekitar 15 tahun memimpin rumah mode tersebut.
Galliano mengakui bahwa dirinya masih bertanggung jawab atas dampak dari perkataan yang pernah dilontarkannya. Ia juga menyampaikan penyesalan kepada komunitas Yahudi dan Asia yang merasa terluka akibat pernyataan tersebut.
"Saya tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas rasa sakit yang ditimbulkan oleh kata-kata saya di masa lalu, khususnya luka yang saya sebabkan kepada komunitas Yahudi dan Asia, dan saya sangat menyesal atas hal tersebut," kata Galliano.
Penebusan Tak Bisa Diukur Lewat Pameran
Galliano menilai proses penebusan atas kesalahan masa lalu tidak seharusnya bergantung pada sebuah pameran ataupun bentuk pengakuan dari institusi besar. Menurutnya, persoalan tersebut memiliki dimensi yang jauh lebih kompleks daripada sekadar mendapatkan kembali penghargaan di dunia mode.
"Saya tidak ingin perdebatan mengenai diri saya menempatkan The Met dalam posisi sulit atau mengalihkan perhatian dari karya luar biasa Costume Institute," ujarnya.
Galliano juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang-orang yang mendampinginya dalam proses pemulihan selama sekitar 15 tahun. Dukungan tersebut disebutnya menjadi bagian penting dari perjalanan hidup setelah dirinya menghadapi masalah alkoholisme dan kecanduan.
Andrew Bolton Dukung Pembatalan
Kurator utama Costume Institute, Andrew Bolton, mengatakan The Met memiliki tanggung jawab untuk menghadapi bagian-bagian sulit dalam sejarah dengan sikap terbuka dan penuh kehati-hatian. Ia mengakui bahwa rencana pameran Galliano telah menimbulkan kekhawatiran sekaligus rasa sakit di tengah sejumlah pihak.
"Setelah diskusi yang panjang, saya mendukung keputusan untuk tidak melanjutkan pameran," kata Bolton.
Bolton juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah terlibat dalam proses persiapan pameran, mulai dari kolega, penasihat, peminjam karya, kolaborator hingga pemimpin komunitas. Berbagai perspektif tersebut menjadi bagian dari pertimbangan selama museum mengevaluasi rencana retrospektif Galliano.
Anna Wintour Tetap Beri Dukungan
Anna Wintour, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung Galliano dan memiliki peran penting dalam Costume Institute, turut merespons keputusan tersebut. Ia menilai keputusan Galliano untuk membatalkan pameran merupakan langkah yang berani dan tepat dalam situasi yang sedang berkembang.
Dukungan Wintour juga menjadi perhatian karena sebelumnya ia termasuk tokoh yang percaya bahwa perjalanan panjang Galliano di dunia mode layak mendapatkan apresiasi melalui pameran besar. Di sisi lain, pembatalan ini menunjukkan bahwa persoalan kontroversi masa lalu tetap menjadi pertimbangan penting ketika sebuah institusi budaya memberikan penghormatan kepada tokoh publik.
Met Gala 2027 Masih Menunggu Tema Baru
Dengan batalnya "John Galliano: Horizons", The Met kini perlu menyiapkan program baru untuk Costume Institute pada musim semi 2027. Museum juga belum mengumumkan tema pengganti maupun konsep Met Gala 2027 yang biasanya memiliki hubungan erat dengan pameran tahunan tersebut.
Pembatalan pameran Galliano menjadi babak baru dalam perdebatan mengenai batas antara karya seorang seniman dan kontroversi kehidupan pribadinya. Di satu sisi, perjalanan karier Galliano dianggap memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan mode dunia, tetapi di sisi lain kesalahan masa lalunya tetap menjadi persoalan serius bagi pihak yang merasa terdampak.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!