Brighton Kalahkan Manchester City 2-1, Ada Apa dengan Pep Guardiola?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Manchester City kembali tersandung di Liga Inggris setelah dipaksa menyerah 2-1 dari Brighton & Hove Albion pada Minggu (31/8). Padahal, tim asuhan Pep Guardiola sempat memimpin lebih dulu melalui gol Erling Haaland. Namun, dominasi yang mereka tunjukkan selama satu jam pertandingan justru runtuh di penghujung laga.
Mengutip dari Goal, Senin (1/9), Haaland menjadi sorotan utama. Pada laga ke-100-nya di Premier League, penyerang asal Norwegia itu sempat membuang peluang emas ketika hanya berhadapan dengan kiper Bart Verbruggen. Ia menebus kegagalan itu dengan gol pada menit ke-34 setelah menerima umpan Omar Marmoush. Sayangnya, ketajamannya menghilang di babak kedua, ketika Brighton meningkatkan tempo permainan.
James Trafford, kiper muda City, tampil cukup impresif. Ia beberapa kali mementahkan peluang dari Kaoru Mitoma dan sundulan Jan Paul van Hecke. Namun, ia tak berdaya ketika James Milner sukses mengeksekusi penalti setelah handball Matheus Nunes. Petaka datang di menit ke-89, ketika pertahanan City terbuka lebar dan Brajan Gruda menuntaskannya dengan gol penentu kemenangan Brighton.
Rodri akhirnya kembali memperkuat lini tengah setelah absen, dan ia langsung menunjukkan pengaruh besar dengan mengendalikan tempo permainan. Meski demikian, kehadirannya belum cukup menyelamatkan City dari kekalahan. Bernardo Silva dan Tijjani Reijnders bekerja keras, tapi gagal memberi kreativitas yang konsisten di area sepertiga akhir lapangan.
Di lini belakang, John Stones tampil kurang solid. Ia beberapa kali terlambat membaca pergerakan lawan, termasuk dalam proses gol kemenangan Brighton. Rayan Ait-Nouri juga kesulitan mengatasi kecepatan pemain sayap tuan rumah. Sebaliknya, Abdukodir Khusanov tampil cukup berani, meski akhirnya kewalahan setelah diganjar kartu kuning.
Guardiola sendiri mendapat nilai buruk atas hasil ini. City terlihat dominan hingga pertengahan babak kedua, tetapi ia gagal merespons pergantian pemain cerdas yang dilakukan Fabian Hurzeler. Brighton memasukkan tenaga segar yang langsung mengubah arah pertandingan, sementara City justru kehilangan kendali.
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Manchester City, yang kini tampak goyah dalam upaya mempertahankan gelar. Dengan skuad bertabur bintang, publik tentu berharap Guardiola bisa segera menemukan solusi. Pertanyaannya, mampukah sang manajer mengembalikan identitas Cityzens sebagai tim yang tak kenal ampun, atau justru musim ini akan penuh kejutan pahit?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!