TikTok Luncurkan Fitur 'Footnotes' ala Twitter! Bisa Koreksi Video Menyesatkan Langsung dari Komunitas!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Platform video pendek TikTok resmi meluncurkan fitur baru bernama Footnotes, sistem pemeriksa fakta berbasis komunitas yang sangat mirip dengan Community Notes milik X (dulu Twitter) dan Meta!
Dikutip dari TechCrunch, Kamis (31/7), fitur ini sedang diuji coba secara terbatas di Amerika Serikat, di mana pengguna bisa menulis dan menilai catatan fakta (footnotes) yang ditempel langsung pada video TikTok. Tujuannya? Mencegah penyebaran informasi menyesatkan,tanpa harus menunggu pihak berwenang turun tangan!
"Kalau komunitas dari berbagai sudut pandang setuju bahwa catatan itu bermanfaat, maka sistem akan menandainya sebagai kredibel," ungkap TikTok.
TikTok membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin menjadi kontributor Footnotes, dengan syarat:
-
Berusia 18 tahun ke atas
-
Aktif di TikTok selama lebih dari 6 bulan
-
Tidak memiliki pelanggaran komunitas yang baru-baru ini
Hingga saat ini, sudah hampir 80.000 pengguna di AS yang berhasil terpilih sebagai kontributor!
Footnotes menggunakan bridging algorithm, yaitu sistem yang mencari konsensus antar pengguna dengan sudut pandang berbeda. Kalau pengguna dari dua sisi berbeda sepakat bahwa catatan tertentu membantu, maka catatan itu otomatis diberi label bermanfaat.
Ini adalah langkah untuk mencegah manipulasi atau "brigading" (serangan opini sepihak dari kelompok tertentu), yang kerap jadi masalah di platform sosial media.
TikTok mengakui bahwa tidak semua penyebaran info menyesatkan dilakukan dengan sengaja. Kadang kreator hanya tidak sadar informasi mereka kurang akurat atau sudah tidak relevan. Dengan Footnotes, penonton bisa membantu melengkapi informasi agar konteks video jadi lebih utuh.
"Footnotes bukan pengganti program pemeriksa fakta profesional kami, tapi pelengkap yang memberdayakan komunitas," tegas TikTok.
-
X (dulu Twitter) jadi pelopor lewat Birdwatch sejak 2020
-
Meta meniru konsep serupa untuk Facebook dan Instagram
-
YouTube juga mulai eksperimen fitur Notes sejak tahun lalu
Langkah ini didorong oleh tekanan politik dan regulasi dari pemerintah AS serta meningkatnya kesadaran publik terhadap ancaman disinformasi digital.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!