Geger! Tiongkok Panggil Nvidia, Chip AI AS Diduga Bisa Lacak dan Matikan Perangkat Jarak Jauh!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Ketegangan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali memanas! Regulator dunia maya Tiongkok, Cyberspace Administration of Tiongkok (CAC), resmi memanggil raksasa teknologi asal AS, Nvidia, pada Kamis (31/8), terkait dugaan serius terhadap chip AI buatan perusahaan tersebut.
Chip AI seri H20 yang dijual ke pasar Tiongkok disebut-sebut membawa potensi risiko keamanan nasional. Pihak CAC menegaskan bahwa pemanggilan ini bertujuan untuk meminta penjelasan dan bukti lengkap dari Nvidia, menyusul kecurigaan bahwa chip tersebut dapat digunakan untuk "pelacakan dan pemosisian" pengguna, bahkan memiliki fitur remote shutdown alias pemadaman jarak jauh!
Dalam pernyataannya, CAC menekankan bahwa tindakan ini diambil guna melindungi keamanan dunia maya serta data pribadi warga Tiongkok, sejalan dengan undang-undang keamanan jaringan dan perlindungan informasi pribadi yang berlaku.
Lebih mengejutkan lagi, para pakar AI di AS mengungkapkan bahwa teknologi pelacakan dan pemadaman jarak jauh pada chip buatan Nvidia telah berkembang pesat dan bisa digunakan secara efektif, menambah kekhawatiran bahwa perangkat ini dapat dijadikan alat pengawasan atau bahkan sabotase.
Di sisi lain, sejumlah anggota parlemen AS juga dikabarkan mendorong agar semua chip canggih yang diekspor ke luar negeri harus memiliki fungsi pelacakan untuk memastikan kendali tetap berada di tangan AS.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!