Stasiun Jatake Resmi Dibuka: Fasilitas Modern dan Pelayanan 5 Ribu Penumpang dalam 4 Hari

Fasilitas Terkini, Kawasan Terintegrasi & Potensi Pengembangan Area Sekitar

Stasiun Jatake Resmi Dibuka: Fasilitas Modern dan Pelayanan 5 Ribu Penumpang dalam 4 Hari
Stasiun Jatake Resmi Dibuka pada hari Rabu (28/1). - (Dok. Genvoice.id/Rere).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Stasiun Jatake, yang terletak di Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, kini resmi beroperasi dan menjadi salah satu simpul baru jaringan Commuter Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Peresmian fungsi stasiun ini dilakukan pada hari Rabu (28/1) kemarin, dan langsung menarik perhatian publik serta pengguna transportasi kereta komuter.

Bangunan stasiun berdiri megah setinggi tiga lantai dengan atap kanopi penuh yang memberi kesan kekinian dan menyediakan area luas untuk aktivitas penumpang. Fasilitas seperti eskalator, lift, dan tangga, serta banyak titik tap in dan tap out dirancang untuk kenyamanan pengguna.

Dalam empat hari pertama operasionalnya, Stasiun Jatake mencatat lebih dari 5.000 penumpang yang menggunakan fasilitas Commuter Line, dengan jumlah pengguna meningkat setiap harinya sejak hari pembukaan. Pada hari pertama tercatat sekitar 649 pengguna, meningkat menjadi 1.944 penumpang di hari keempat.

Meskipun stasiun sudah beroperasi, area tenant di gedung stasiun masih belum terisi, karena fasilitas komersial tersebut baru akan dibuka dan diisi secara bertahap seiring meningkatnya pengguna. Ruang luas yang tersedia diproyeksikan akan menjadi lokasi berbagai toko, kafe, dan layanan publik lain yang mendukung kenyamanan penumpang.

Tak hanya sebagai stasiun kereta biasa, Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Jatake direncanakan menjadi kawasan terpadu yang menghubungkan mal, ruang terbuka hijau, ruko, dan perumahan di area sekitar BSD City. Konsep ini mirip integrasi urban yang memperkuat konektivitas antara transportasi publik dengan kehidupan sehari-hari warga.

Rencana ke depan juga mencakup layanan shuttle dari stasiun ke kawasan BSD sehingga nantinya penumpang bisa berpindah moda transportasi secara lebih nyaman dan efisien. Pengembangan kawasan ini diharapkan akan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan menguatkan peran stasiun sebagai pusat mobilitas baru di wilayah Tangerang.

Stasiun Jatake dirancang tidak sekadar sebagai fasilitas transportasi, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Lokasi yang strategis di tengah kawasan BSD City membuat stasiun ini berpotensi menjadi magnet baru bagi investor, pemukiman modern, dan aktivitas komersial.

Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan kawasan terpadu yang menggabungkan transportasi, tempat tinggal, dan area komersil dalam satu jaringan integrasi. Selain fasilitas dalam gedung, area luar stasiun juga dipersiapkan dengan lahan parkir luas untuk kendaraan roda dua, roda empat, bahkan sepeda, mendukung akses yang lebih baik bagi masyarakat sekitar.

Walau Stasiun Jatake telah beroperasi dan mencatat jumlah penumpang yang cukup signifikan dalam waktu singkat, beberapa tantangan masih terlihat, seperti masih sedikitnya petugas di peron, hanya terdapat satu satpam yang berjaga di setiap peron, dan minimnya tenant aktif di area komersial.

Petugas keamanan dan operasional yang berjaga saat ini masih terbatas, dan manajemen terus melakukan penempatan sumber daya manusia yang lebih optimal. Secara keseluruhan, Stasiun Jatake diharapkan akan terus berkembang dan semakin ramai digunakan seiring dengan pengisian tenant, tersedianya layanan shuttle, serta meningkatnya konektivitas antara transportasi publik dan pusat aktivitas masyarakat di bagian barat Jabodetabek.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE