Chiki Fawzi Buka Suara soal Petugas Haji 2026, Akui Masuk Jalur Penunjukan Wamen Tanpa Tes

Chiki Fawzi Buka Suara soal Petugas Haji 2026, Akui Masuk Jalur Penunjukan Wamen Tanpa Tes
- (Dok. Hukama News).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Figur publik Chiki Fawzi akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik gagalnya ia menjadi petugas Haji 2026. Dalam pernyataannya, Chiki mengakui sejak awal dirinya memang tidak pernah mengikuti tes seleksi resmi petugas Haji karena masuk melalui jalur penunjukan langsung dari Kementerian Haji dan Umrah.

Melalui unggahan di Instagram, Chiki menjelaskan keterlibatannya bermula dari panggilan yang ia terima pada 9 Januari 2026. Panggilan tersebut disebut datang dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dan merupakan arahan dari tim Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Jadi, kami memang tidak tes," ujar Chiki dalam video klarifikasinya, Minggu (1/2/2026). Ia menegaskan bahwa proses yang dijalaninya berbeda dengan jalur seleksi umum yang menggunakan ujian CAT.

Chiki menyebut dirinya bukan satu-satunya figur publik yang masuk melalui jalur tersebut. Beberapa influencer Islam lain juga disebut mendapat penunjukan serupa, di antaranya akun @ayahkembar, @bratakartasosmita, @indidari, hingga @abdulhakimtop. Mereka ditugaskan sebagai bagian dari petugas Haji 2026 tanpa melalui tahapan seleksi tertulis.

Meski tanpa tes, Chiki mengklaim tetap menjalani seluruh prosedur administratif yang diminta. Ia menyebut telah mengikuti pemeriksaan kesehatan, melengkapi dokumen, hingga menghadiri pertemuan langsung dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah. Bukti proses tersebut, menurut Chiki, turut ia sertakan dalam bentuk foto dan video di media sosial.

Kesempatan menjadi petugas Haji itu diakui Chiki sebagai impian lama yang sempat tertunda pada tahun-tahun sebelumnya karena kendala administratif saat mendaftar melalui jalur reguler.

"Aku belum pernah ikut ujian CAT. Bukan tidak lulus," tegasnya.

Setelah menerima penunjukan, Chiki tetap mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) petugas Haji yang dimulai pada 22 Januari 2026. Meski baru kembali dari misi kemanusiaan di Yordania, Palestina, dan Suriah, ia mengaku langsung bergabung dan menjalani diklat secara penuh.

Dalam pelatihan tersebut, Chiki ditempatkan di TUSI Medical Center Haji (MCH). Tugas utamanya adalah membuat konten terkait aktivitas petugas dan rangkaian pelaksanaan Haji. Ia mengklaim seluruh arahan serta batasan dari atasan telah dipatuhi selama mengikuti diklat.

Namun, situasi berubah pada malam 26 Januari 2026. Saat tengah mengikuti kelas bahasa Arab, Chiki dipanggil oleh pihak Kemenhaj dan diminta menghentikan diklat serta dipulangkan.

"Kami juga berat, mbak Chiki. Tapi ini arahan dari atasan," ujar petugas Kemenhaj, seperti dituturkan Chiki.

Keputusan tersebut membuatnya terkejut dan terpukul, terlebih karena ia merasa mendapat respons positif selama menjalani pelatihan. Tak lama setelah itu, Chiki mengunggah video yang menyatakan dirinya batal menjadi petugas Haji 2026. Video tersebut kemudian viral dan menuai beragam reaksi publik.

Chiki menegaskan klarifikasi ini disampaikan agar masyarakat memahami kronologi yang sebenarnya, termasuk fakta bahwa dirinya memang masuk melalui jalur penunjukan langsung dan tidak mengikuti tes seleksi resmi petugas Haji.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE