Viral Ejek Warga 'Ciye Curhat', Rekam Jejak dan Klarifikasi Lurah Paya Pasir Syerly Disorot!

Pernah Didemo Warga Soal Banjir, Lurah Paya Pasir Kini Kembali Disorot Usai Celetukan di Depan Wali Kota Medan

Viral Ejek Warga 'Ciye Curhat', Rekam Jejak dan Klarifikasi Lurah Paya Pasir Syerly Disorot!
Lurah Paya Pasir, Syerly. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Sosok Syerly, Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, kembali mendadak menjadi perbincangan hangat publik.

Namanya viral di berbagai platform media sosial setelah sebuah rekaman video memperlihatkan dirinya melontarkan kalimat bernada meremehkan saat seorang warga menyampaikan keluhan keamanan dan penerangan jalan langsung kepada Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.

Sikap yang dinilai arogan dan minim empati tersebut memicu kecaman luas dari warganet. Namun, ini bukan kali pertama kepemimpinan Syerly menuai krisis kepercayaan dari publik dan warganya sendiri.

Berikut adalah rekam jejak masalah, kronologi kejadian viral, hingga ucapan klarifikasi dari Lurah Paya Pasir yang berhasil dirangkum:

1. Pernah Didemo Warga Soal Penanganan Banjir

Sebelum video celetukannya viral pada Juli 2026, Syerly ternyata pernah digoyang aksi demonstrasi oleh warganya sendiri pada Desember 2025 lalu. Puluhan warga yang didominasi ibu rumah tangga sempat mendatangi Kantor Camat Medan Marelan untuk menuntut pencopotan Syerly dari jabatannya.

Warga menilai sang lurah tidak peduli dan tidak hadir saat wilayahnya dilanda banjir parah. Tak hanya itu, ia juga dikeluhkan jarang berada di kantor kelurahan serta diduga sempat mengancam akan menghentikan bantuan kepada warga yang memprotes kepemimpinannya.

2. Celetukan "Ciye Curhat" di Depan Wali Kota Medan

Insiden viral terbaru terjadi pada 22 Juli 2026 saat Wali Kota Medan Rico Waas meninjau kawasan Jalan Paya Pasir. Seorang warga bernama Ulfa memanfaatkan momen tersebut untuk melaporkan maraknya kriminalitas serta minimnya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Ulfa bahkan membeberkan bahwa dirinya terpaksa memasang empat titik lampu jalan secara swadaya menggunakan uang pribadi.

Namun, di tengah penyampaian aspirasi serius tersebut, Syerly yang mendampingi kunjungan kerja justru merespons laporan warga dengan kalimat yang memicu kontroversi.

"Ciyee curhat dia bahh," ucap Syerly bernada santai yang langsung terekam kamera dan viral di media sosial.

3. Klarifikasi Syerly: Ngaku Spontan dan Batal Minta Maaf

Usai mendapat gelombang kritik pedas, Syerly akhirnya memberikan klarifikasi pada Rabu (29/7/2026). Ia membantah tuduhan sengaja menyindir atau merendahkan warga. Menurutnya, kalimat tersebut terlontar secara refleks karena ia dan Ulfa sudah saling mengenal dekat dan memiliki hubungan kekeluargaan.

Syerly mengklaim bahwa pihak kelurahan sebenarnya sudah mengusulkan pengadaan LPJU ke Dinas Perhubungan sejak setahun lalu. Ia juga mengklarifikasi bahwa dirinya hanya mengucapkan "Cie, curhat nih ye" tanpa kata "bah", seraya berdalih perbedaan bunyi di video terjadi akibat faktor angin atau kualitas rekaman.

Sebagai pejabat dan pelayan publik, setiap etika komunikasi dan respons terhadap keluhan masyarakat akan selalu menjadi tolok ukur profesionalisme di mata warga.

Sikap dan rekam jejak Lurah Paya Pasir ini menjadi cermin penting bagi para aparatur sipil negara (ASN) untuk selalu mengedepankan empati dan sikap santun saat melayani masyarakat.

Diharapkan Pemerintah Kota Medan dapat segera mengambil langkah tegas untuk mengevaluasi kinerja jajarannya demi menjaga kualitas pelayanan publik di wilayah Medan Marelan.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE