Raksasa Teknologi Tiongkok Dreame Kejutkan Dunia! Raup Pesanan Rp35 Triliun Usai Luncurkan Mobil Pesaing Bugatti dan Rolls-Royce

Raksasa Teknologi Tiongkok Dreame Kejutkan Dunia! Raup Pesanan Rp35 Triliun Usai Luncurkan Mobil Pesaing Bugatti dan Rolls-Royce
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Perusahaan teknologi asal China, Dreame, membuat gebrakan besar dengan langkah beraninya masuk ke industri otomotif. Baru sebulan setelah secara resmi mengumumkan ekspansinya, perusahaan yang sebelumnya dikenal lewat produk penyedot debu dan pengering rambut ini langsung mengamankan pesanan dari luar negeri senilai 15 miliar yuan atau sekitar Rp35 triliun.

Pesanan fantastis tersebut datang usai Dreame menggelar konferensi mitra strategis internasional perdananya awal September 2025. Acara itu dihadiri 54 dealer dari 22 negara, dengan umpan balik paling kuat datang dari distributor otomotif kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah, dua pasar yang kini jadi target utama ekspansi global Dreame.

Untuk memperluas cakupan bisnis, Dreame memperkenalkan model "ekosistem plus" yang diklaim mampu mempercepat penetrasi ke berbagai lini produk. Dalam jangka panjang, perusahaan bahkan menargetkan bisa menggandeng dealer hingga di 200 negara dan wilayah.

Dreame resmi meluncurkan divisi otomotifnya pada 28 Agustus 2025, langsung dengan gebrakan besar: mobil sport listrik kelas atas yang diposisikan sebagai pesaing Bugatti Chiron. Foto-fotonya yang dirilis 10 September langsung menimbulkan perbincangan hangat karena dianggap menyaingi hypercar legendaris tersebut.

Tak berhenti di situ, hanya dua minggu kemudian, Dreame kembali memperkenalkan model keduanya secara daring pada 24 September: sebuah SUV listrik ultra-mewah yang digadang-gadang siap bersaing dengan Rolls-Royce Cullinan. Foto resminya yang dirilis sehari setelah peluncuran langsung menimbulkan sensasi di jagat otomotif global.

SUV listrik Dreame ini dijadwalkan meluncur ke pasar global pada 2027. Spesifikasinya tidak main-main: empat motor listrik independen, sistem kemudi roda belakang, hingga sasis adaptif yang mampu menyesuaikan ketinggian dan kekakuan melalui input sensor. Mobil ini juga akan mengusung teknologi baterai Cell-to-Pack (CTP 4.0) berkapasitas 100 kWh, ditambah opsi range extender, serta tujuh paten orisinal untuk desain pintu berengsel belakang tanpa pilar.

Meski demikian, beberapa pengamat industri masih skeptis, menilai sejumlah paten Dreame punya kemiripan dengan inovasi yang sebelumnya diajukan produsen mobil lain.

Didirikan oleh Yu Hao pada 2017, Dreame awalnya fokus pada perangkat rumah tangga pintar dan sukses membangun reputasi global. Kini, langkah masuk ke pasar mobil listrik premium menandai transformasi besar, sekaligus menempatkan Dreame dalam jajaran perusahaan teknologi China yang semakin agresif menantang dominasi merek otomotif mewah dunia.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE