Harry Kane Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris di Ballon d’Or 2026
JAKARTA, GENVOICE.ID - Harry Kane berhasil mengakhiri penantian panjang Inggris untuk kembali memiliki pemain yang memenangkan Ballon d'Or. Penyerang Bayern Munchen itu dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia dalam seremoni di London, sekaligus menjadi pemain Inggris pertama yang meraih penghargaan tersebut sejak Michael Owen pada 2001.
Kane, yang kini berusia 33 tahun, menjadi pemain Inggris kelima yang memenangkan penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola tersebut. Sebelumnya, Stanley Matthews meraihnya pada 1956, Bobby Charlton pada 1966, serta Kevin Keegan pada 1978 dan 1979.
Di luar Inggris, dua pemain lain dari Britania Raya yang pernah memenangkan Ballon d'Or adalah Denis Law dari Skotlandia pada 1964 dan George Best dari Irlandia Utara pada 1968.
Dalam pemungutan suara edisi 2026, Kylian Mbappe dari Real Madrid menempati posisi kedua, sedangkan Lamine Yamal dari Barcelona berada di urutan ketiga.
Kane mengaku tidak pernah membayangkan dirinya akan mencapai pencapaian tersebut ketika memulai karier profesional. Ia mengatakan perjalanan kariernya dipenuhi berbagai tantangan, terutama pada masa awal ketika dirinya belum dianggap sebagai calon bintang besar.
"Tidak banyak orang yang akan memikirkannya, bahkan mungkin saya sendiri tidak pernah membayangkan bisa sejauh ini," ujar Kane kepada DAZN.
Ia mengungkapkan bahwa kerja keras, keyakinan terhadap kemampuan diri, dan ketekunan menjadi faktor penting dalam perjalanan kariernya. Pengalaman menghadapi berbagai kesulitan juga membantunya terus berkembang setelah mencapai level tertinggi sepak bola.
"Saya harus melewati banyak pasang surut, terutama di awal karier. Saya bukan orang yang dianggap akan menjadi superstar seperti beberapa pemain sekarang," kata Kane.
"Saya harus bersabar dan bekerja keras. Sering kali saya harus melawan keraguan dalam diri sendiri. Saya harus melewatinya dengan keyakinan dan tekad," lanjutnya.
Produktivitas Gol Jadi Kunci Kemenangan
Salah satu faktor utama di balik keberhasilan Kane adalah produktivitasnya bersama Bayern Munchen sepanjang musim lalu. Ia mencetak 61 gol dalam 51 pertandingan di level klub, catatan yang menjadikannya pemain Bayern dengan jumlah gol terbanyak dalam satu musim.
Jika penampilannya bersama Timnas Inggris turut dihitung, Kane membukukan total 73 gol dan delapan assist dalam 65 pertandingan. Catatan tersebut memperlihatkan konsistensinya sebagai salah satu penyerang paling produktif di sepak bola Eropa.
Meski demikian, keberhasilan Kane meraih Ballon d'Or terbilang tidak biasa. Ia memenangkan penghargaan tersebut tanpa mengangkat trofi besar bersama klub maupun tim nasional pada musim sebelumnya.
Bayern Munchen gagal melangkah lebih jauh di Liga Champions, sementara perjalanan Inggris di Piala Dunia juga berakhir di semifinal. Kondisi tersebut membuat pencapaian Kane berbeda dari sejumlah pemenang Ballon d'Or yang sebelumnya ditopang keberhasilan meraih gelar bergengsi.
Kane juga menjadi pemain Bayern Munchen pertama yang memenangkan Ballon d'Or sejak Karl-Heinz Rummenigge pada 1981. Pencapaian itu sekaligus menambah daftar penghargaan dalam kariernya setelah bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu penyerang paling produktif tanpa banyak gelar utama.
Tuai Pujian dari Thomas Tuchel dan Pangeran William
Kemenangan Kane mendapat sambutan dari sejumlah tokoh sepak bola Inggris. Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengaku gembira melihat kaptennya meraih penghargaan tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah kehormatan besar.
Pangeran William juga memberikan pujian kepada mantan penyerang Tottenham Hotspur itu. Ia menyebut Kane sebagai kapten yang hebat sekaligus pemain luar biasa.
Sebagai bentuk perayaan, lengkungan Stadion Wembley diterangi cahaya berwarna emas pada Senin malam. Pencahayaan tersebut menjadi simbol keberhasilan Kane mengakhiri penantian 25 tahun Inggris untuk kembali memiliki pemenang Ballon d'Or.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas perjalanan panjang Kane, yang membangun reputasinya melalui kerja keras dan produktivitas gol. Tanpa bergantung pada gelar besar sebagai penentu utama, ia berhasil menempatkan dirinya di puncak sepak bola dunia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!