Dilansir dari Euro News, sebanyak 13 wisatawan dari Inggris, Kanada, Yunani, Selandia Baru, Prancis, Jerman, Austria, Australia, dan Italia menjadi wisatawan pertama dari Barat yang diizinkan masuk sejak negara itu menutup perbatasannya akibat pandemi Covid-19.
Sebelumnya, hanya turis Rusia yang diperbolehkan mengunjungi negara tersebut, termasuk untuk perjalanan ski tahun lalu.
Perjalanan selama lima hari ini diatur oleh Koryo Tours, agen perjalanan yang berbasis di Beijing. Para wisatawan memasuki Korea Utara melalui jalur darat dari Tiongkok dan mengunjungi berbagai lokasi di kota perbatasan timur laut Rason.
"Mereka melihat pabrik, toko, sekolah, serta patung pemimpin pertama dan kedua Korea Utara, Kim Il-sung dan Kim Jong-il," ujar Simon Cockerell, manajer Koryo Tours.
Ia juga menambahkan bahwa lebih banyak perjalanan wisata tengah direncanakan.
Sejak lama, Korea Utara memberlakukan aturan ketat bagi turis asing, termasuk larangan memotret lokasi sensitif serta kewajiban untuk selalu didampingi pemandu lokal.
Sebelum pandemi, pariwisata menjadi salah satu sumber utama devisa bagi negara yang terkena berbagai sanksi internasional ini. Lebih dari 90% turis sebelum 2020 berasal dari Tiongkok, menurut Institut Strategi Keamanan Nasional, think tank yang berafiliasi dengan intelijen Korea Selatan.
Namun, saat pandemi Covid-19 melanda, Korea Utara memberlakukan lockdown ekstrem, mengusir diplomat asing, serta menutup hampir semua aktivitas perbatasan.
Sejak 2022, negara itu perlahan melonggarkan pembatasan. Sekitar 100 turis Rusia telah diperbolehkan masuk pada awal 2022, dan angka tersebut meningkat menjadi 880 orang sepanjang 2024, menurut Kementerian Unifikasi Korea Selatan.
Para ahli menilai langkah ini menunjukkan niat Korea Utara untuk kembali mengembangkan sektor pariwisata guna menyelamatkan ekonominya yang tengah kesulitan.
Kim Jong-un bahkan berencana meresmikan kawasan wisata besar di pesisir timur negara itu pada Juni mendatang. Mantan Presiden AS Donald Trump sempat mengomentari proyek tersebut dengan nada positif, mengatakan, "Saya rasa dia punya potensi besar untuk membangun kondominium. Garis pantainya cukup panjang."
Lee Sangkuen, seorang analis di Institut Strategi Keamanan Nasional, menambahkan, "Korea Utara telah banyak berinvestasi dalam proyek wisata, tetapi permintaan domestiknya masih rendah. Ini bisa menjadi indikasi bahwa mereka ingin kembali menarik turis asing untuk meningkatkan pemasukan negara."
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!