Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Ini Riwayat Kesehatannya yang Pernah Jadi Sorotan
Adik Megawati Soekarnoputri itu meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. Guruh diketahui pernah mengalami gangguan kesehatan pada 2011, tetapi kala itu membantah dirinya mengidap penyakit jantung.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar duka datang dari keluarga besar Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno setelah Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra atau Guruh Soekarnoputra meninggal dunia. Adik Megawati Soekarnoputri tersebut mengembuskan napas terakhir pada usia 73 tahun saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Guruh meninggal dunia di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 04.16 WIB. Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis pada hari yang sama.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak MOHAMMAD GURUH IRIANTO SUKARNOPUTRA BIN SUKARNO pada usia 73 Tahun," kata Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).
Guruh Sempat Jalani Perawatan di Rumah Sakit
Sebelum meninggal dunia, kondisi kesehatan Guruh dikabarkan sempat menurun dan berada dalam keadaan kritis. Ia disebut telah menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar dua pekan sebelum akhirnya meninggal dunia.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira sebelumnya membenarkan kabar bahwa Guruh telah sakit selama kurang lebih dua minggu. Informasi tersebut disampaikan Andreas ketika dikonfirmasi pada Jumat (25/9/2026), sehari sebelum Guruh meninggal dunia.
"Iya, kalau dengar sakit sejak dua minggu lalu," ujar Andreas Hugo Pareira.
Kondisi Guruh yang disebut kritis sebelumnya juga mendapat perhatian dari politikus PDIP Guntur Romli. Saat itu, Guntur sempat mengajak masyarakat untuk mendoakan kesembuhan Guruh, sementara detail mengenai penyakit yang dideritanya tidak disampaikan kepada publik.
Pernah Dikabarkan Mengalami Gangguan Jantung
Riwayat kesehatan Guruh juga kembali menjadi perhatian setelah kabar meninggalnya beredar. Pada Februari 2011, Guruh pernah dilarikan ke ruang ICU Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, setelah mengalami gangguan kesehatan ketika berada di kota tersebut.
Saat itu, Hadi Rudyatmo yang menjabat Wakil Wali Kota Surakarta menyampaikan bahwa Guruh kemudian dipindahkan ke tempat perawatan lain. Pemindahan tersebut dilakukan karena banyaknya pembesuk yang datang dikhawatirkan mengganggu pasien lain di rumah sakit.
"Kita memang memutuskan untuk memindahkan perawatan Mas Guruh. Banyaknya pembesuk yang terus mengalir dikhawatirkan mengganggu pasien lainnya," kata Hadi Rudyatmo pada 2 Februari 2011.
Kabar mengenai gangguan jantung tersebut kemudian dibantah langsung oleh Guruh. Dalam keterangannya pada bulan yang sama, Guruh mengatakan kondisi tubuhnya sempat menurun karena kelelahan dan bukan akibat penyakit jantung seperti yang diberitakan.
"Sekadar meluruskan, ada isu saya dikabarkan sakit jantung. Itu nggak benar, saya hanya kecapean," kata Guruh saat ditemui di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, pada 23 Februari 2011.
Penyebab Meninggal Belum Dirinci
Meski memiliki riwayat gangguan kesehatan pada masa lalu, penyebab pasti meninggalnya Guruh Soekarnoputra belum dijelaskan secara rinci oleh keluarga maupun pihak rumah sakit. Karena itu, riwayat kesehatan Guruh pada 2011 tidak dapat secara langsung disebut sebagai penyebab kematiannya pada 2026.
Guruh sendiri dikenal sebagai seniman sekaligus politikus dan merupakan salah satu putra Soekarno. Kepergiannya pada usia 73 tahun menjadi kabar duka bagi keluarga besar Soekarno serta sejumlah pihak yang selama ini mengenalnya melalui kiprahnya di bidang seni dan politik.
Kabar meninggalnya Guruh disampaikan ketika keluarga dan sejumlah tokoh politik memberikan penghormatan terakhir. Informasi mengenai prosesi pemakaman serta rangkaian penghormatan terhadap Guruh kemudian menjadi bagian yang dinantikan publik setelah kabar duka tersebut disampaikan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!