Startup Rahasia Eks-Pasukan Elit AS Ini Bikin Teknologi AI Canggih untuk Deteksi Kapal Musuh di Laut! Dapat Kontrak Miliaran dari Angkatan Laut!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah startup yang didirikan oleh para veteran Angkatan Laut Amerika Serikat sedang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mampu membantu militer AS mengidentifikasi ancaman bawah laut hanya dari suara yang tertangkap sensor! Perusahaan bernama Spear AI ini baru saja meraih pendanaan luar pertamanya dan langsung mengantongi kontrak senilai 6 juta dolar AS dari Angkatan Laut AS.
Didirikan pada 2021, Spear AI fokus pada pemrosesan data akustik pasif, data yang dikumpulkan dari suara-suara di bawah laut, seperti deru kapal, suara paus, atau bahkan badai. Teknologi mereka memungkinkan militer mendeteksi dan mengklasifikasikan apakah suara tersebut berasal dari ancaman potensial atau hanya fenomena alam biasa.
Yang membuat teknologi ini istimewa, AI biasa seperti yang digunakan Meta atau Google dilatih menggunakan data yang sudah diberi label rapi, misalnya gambar atau teks. Namun, suara bawah laut sangat kompleks dan tidak terstruktur, menjadikannya tantangan tersendiri. Inilah yang ingin diselesaikan oleh Spear AI.Perusahaan ini dipimpin oleh Michael Hunter, mantan analis yang pernah mendukung operasi Navy SEAL dan Komando Operasi Khusus Gabungan, bersama John McGunnigle, mantan komandan kapal selam nuklir. Keduanya memanfaatkan pengalaman militer mereka untuk membangun kombinasi perangkat keras dan lunak yang mampu mengolah data akustik mentah menjadi informasi siap pakai bagi algoritma AI.
Spear AI menjual sensor yang bisa dipasang di pelampung laut atau kapal, serta perangkat lunak yang membantu mengatur dan memberi label pada data suara yang dikumpulkan. Perangkat ini memudahkan integrasi data ke sistem AI militer.
Selain untuk keperluan militer, Spear AI juga melihat peluang komersial, seperti memantau jalur pipa bawah laut dan kabel komunikasi. Mereka juga berencana menawarkan layanan konsultasi, mirip seperti strategi yang dilakukan raksasa teknologi pertahanan Palantir. Baru-baru ini, Spear AI menerima pendanaan sebesar 2,3 juta dolar AS dari Cortical Ventures, sebuah perusahaan modal ventura yang fokus pada AI, serta dari perusahaan ekuitas swasta Scare the Bear. Dana ini akan digunakan untuk menggandakan jumlah karyawan, dari 40 menjadi sekitar 80 orang, demi memenuhi permintaan kontrak pemerintah dan ekspansi bisnis komersial.
Hunter mengatakan bahwa mereka memang sengaja membangun dan menyempurnakan produk terlebih dahulu sebelum mencari kontrak, dan satu-satunya cara untuk melakukannya adalah melalui suntikan modal swasta.
"Kami ingin produknya benar-benar jadi dan bisa digunakan sebelum kontrak masuk," ujar Hunter kepada Reuters. "Dan satu-satunya cara mencapainya adalah dengan modal dari luar."
Dengan kombinasi kecerdasan buatan mutakhir dan pengalaman militer tingkat tinggi, Spear AI berpotensi menjadi pemain besar dalam sektor pertahanan dan keamanan laut masa depan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!