3 Cara Menjaga Kesehatan Ginjal Anak agar Risiko Cuci Darah Bisa Ditekan

3 Cara Menjaga Kesehatan Ginjal Anak agar Risiko Cuci Darah Bisa Ditekan
- (Dok. Alodokter).
JAKARTA, GENVOICE.ID - Penyakit ginjal kronik pada anak perlu mendapat penanganan sejak dini agar penurunan fungsi ginjal tidak berlangsung semakin cepat. Jika penyakit berkembang hingga tahap lima, sebagian besar pasien anak memerlukan terapi pengganti ginjal, seperti hemodialisis, dialisis peritoneal, atau transplantasi ginjal.

Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, menjelaskan bahwa penyakit ginjal kronik memiliki lima tahapan. Pada tahap paling lanjut, ginjal mengalami penurunan fungsi yang berat sehingga terapi pengganti ginjal umumnya diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan tubuh.

Karena itu, orang tua perlu memastikan kondisi ginjal anak terpantau melalui pemeriksaan rutin dan pengobatan yang sesuai. Ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan untuk membantu memperlambat perkembangan penyakit ginjal kronik pada anak.

1. Kendalikan Penyakit Dasar Ginjal Anak

Langkah pertama adalah memastikan penyakit yang mendasari gangguan ginjal mendapat penanganan optimal. Penyakit ginjal kronik dapat berkembang dari berbagai kondisi yang memengaruhi fungsi ginjal, terutama jika tidak terkontrol dengan baik.

Menurut dr. Reza, sejumlah gangguan yang dapat berkaitan dengan penyakit ginjal kronik pada anak antara lain sindrom nefrotik, sindrom nefritik, gangguan elektrolit pada tubulus ginjal, kista ginjal, dan penyakit ginjal bawaan.

"Yang pertama adalah kontrol penyakit dasar ginjalnya dengan baik. Jadi, penyakit ginjal kronik ini merupakan bagian akhir dari berbagai jenis penyakit ginjal yang dapat terjadi pada anak," jelas dr. Reza, dikutip Rabu (21/10/2026).

Orang tua perlu membawa anak menjalani pemeriksaan sesuai jadwal dan mengikuti rencana pengobatan dari dokter yang menangani. Obat harus diberikan sesuai resep, sementara perubahan atau penghentian pengobatan perlu dikonsultasikan terlebih dahulu.

Penanganan penyakit dasar yang tepat dapat membantu mengendalikan gangguan ginjal dan mengurangi risiko penurunan fungsi organ lebih lanjut.

2. Pantau dan Kendalikan Tekanan Darah

Tekanan darah juga menjadi faktor penting dalam menjaga fungsi ginjal anak. Hipertensi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan ginjal. Sebaliknya, penyakit ginjal juga dapat memicu peningkatan tekanan darah sehingga keduanya perlu dipantau secara bersamaan.

Dr. Reza menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat membuat fungsi ginjal semakin cepat menurun hingga pasien membutuhkan terapi pengganti ginjal.

"Yang kedua adalah kontrol tekanan darah. Ini juga penting karena anak-anak yang tekanan darahnya terus-menerus tinggi dalam jangka panjang, fungsi ginjalnya juga akan lebih cepat turun dan akhirnya membutuhkan terapi pengganti ginjal," tuturnya.

Jika anak mengalami hipertensi, dokter dapat menentukan penanganan berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien. Penanganan tersebut dapat mencakup pemberian obat serta perubahan gaya hidup yang sesuai dengan usia anak.

Orang tua sebaiknya tidak memberikan obat penurun tekanan darah tanpa petunjuk dokter. Pemeriksaan tekanan darah secara berkala juga penting, terutama bagi anak yang telah didiagnosis mengalami gangguan ginjal.

3. Periksa Kadar Protein dalam Urine

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah kadar protein dalam urine. Protein yang keluar melalui urine secara berlebihan dan berlangsung dalam waktu lama dapat menjadi tanda gangguan ginjal. Kondisi ini juga berkaitan dengan risiko penurunan fungsi ginjal yang lebih cepat.

Karena itu, pemeriksaan urine secara berkala diperlukan, terutama bagi anak yang sudah memiliki penyakit ginjal kronik. Frekuensi pemeriksaan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan rekomendasi dokter.

"Yang ketiga adalah kontrol keluarnya protein dari urine. Jadi, perlu diperiksa secara berkala protein di urine. Karena kalau protein di urine ini berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, ini juga mempercepat penurunan fungsi ginjal pada si kecil," jelas dr. Reza.

Jika ditemukan protein berlebih dalam urine, dokter akan mengevaluasi penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai. Pada kondisi tertentu, pengobatan dapat diberikan untuk membantu mengurangi keluarnya protein sekaligus melindungi fungsi ginjal.

Pemantauan ini penting agar perubahan kondisi ginjal dapat diketahui lebih awal dan ditangani sesuai kebutuhan anak.

Ketiga langkah tersebut, yakni mengendalikan penyakit dasar ginjal, menjaga tekanan darah, dan memantau protein dalam urine, merupakan bagian penting dalam perawatan anak dengan penyakit ginjal kronik.

Meski demikian, langkah-langkah tersebut tidak menjamin anak sepenuhnya terhindar dari cuci darah. Risiko perkembangan penyakit bergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan respons anak terhadap pengobatan. Karena itu, pemeriksaan rutin serta kepatuhan terhadap arahan dokter tetap menjadi kunci dalam menjaga fungsi ginjal anak.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE