9 Rekomendasi Film Tragic Romance tentang Cinta dan Belajar Mengikhlaskan

9 Rekomendasi Film Tragic Romance tentang Cinta dan Belajar Mengikhlaskan
- (Dok. Variety).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Tidak semua kisah cinta berakhir dengan kebersamaan. Ada hubungan yang harus berhenti karena perbedaan tujuan hidup, keadaan yang tidak memungkinkan, hingga kehilangan orang terkasih. Tema inilah yang sering diangkat dalam film tragic romance, genre yang memadukan kisah cinta dengan perpisahan dan akhir yang menyedihkan.

Meski kerap menguras air mata, film dengan tema tersebut juga menyimpan pelajaran tentang menerima kenyataan, menghargai kenangan, dan melanjutkan hidup setelah kehilangan. Beberapa di antaranya bahkan menunjukkan bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti harus memilikinya.

Berikut sembilan rekomendasi film tragic romance yang mengangkat arti mengikhlaskan seseorang.

1. "Us and Them" (2018)

Film romantis asal China ini menceritakan hubungan Jianqing dan Xiaoxiao yang bertemu dalam perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik. Keduanya menjalin hubungan sambil menghadapi kesulitan ekonomi dan berusaha mewujudkan impian masing-masing di Beijing.

Seiring berjalannya waktu, perubahan keadaan dan perbedaan tujuan hidup membuat hubungan mereka semakin rumit. Meski pernah saling mencintai, keduanya harus menghadapi kenyataan bahwa perasaan saja tidak selalu cukup untuk mempertahankan hubungan.

"Us and Them" memperlihatkan bahwa seseorang dapat memiliki tempat penting dalam hidup kita, meskipun pada akhirnya tidak ditakdirkan untuk terus bersama.

2. "La La Land" (2016)

Mia, seorang aktris yang sedang merintis karier, bertemu Sebastian, musisi jazz yang memiliki impian besar. Keduanya saling mendukung ketika menghadapi kegagalan dan berjuang mencapai cita-cita di Los Angeles.

Namun, ketika kesempatan untuk meraih impian mulai terbuka, hubungan mereka justru menghadapi tantangan. Pilihan karier dan arah kehidupan membuat keduanya perlahan berjalan ke jalur yang berbeda.

Film garapan Damien Chazelle ini menghadirkan akhir yang manis sekaligus menyakitkan. "La La Land" mengingatkan bahwa hubungan yang berakhir tidak selalu berarti cinta tersebut sia-sia. Ada orang yang hadir untuk menemani suatu perjalanan dan membantu kita tumbuh, meskipun tidak sampai ke tujuan akhir bersama.

3. "More Than Blue" (2009)

Film asal Taiwan ini mengisahkan K, seorang pria yang menyimpan penyakit serius, dan Cream, sahabat perempuan yang telah lama berada di sisinya. K menyadari bahwa waktu yang dimilikinya terbatas dan berusaha memastikan Cream tetap memiliki masa depan yang bahagia.

Keputusan yang diambil K demi melindungi perempuan yang dicintainya justru menghadirkan kesalahpahaman dan kesedihan. Di balik tindakannya, terdapat perasaan yang sulit diungkapkan secara langsung.

"More Than Blue" menawarkan kisah tentang pengorbanan dan cinta yang tidak selalu disampaikan melalui kebersamaan. Film ini memperlihatkan betapa sulitnya merelakan seseorang, terutama ketika keputusan tersebut diambil demi kebaikan orang yang dicintai.

4. "Five Feet Apart" (2019)

Stella Grant dan Will Newman merupakan dua remaja yang sama-sama mengidap fibrosis kistik atau cystic fibrosis. Penyakit tersebut membuat mereka harus menjaga jarak fisik untuk mengurangi risiko infeksi yang dapat membahayakan kesehatan.

Di tengah keterbatasan itu, keduanya mulai saling mengenal dan jatuh cinta. Namun, keinginan untuk berdekatan harus berhadapan dengan kenyataan bahwa keselamatan mereka bergantung pada kemampuan menjaga jarak.

"Five Feet Apart" menggambarkan hubungan yang tumbuh di tengah kondisi sulit. Kisah Stella dan Will mengajarkan bahwa mencintai seseorang juga berarti menghormati batasan dan memikirkan keselamatannya, meskipun hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan pribadi.

5. "The Fault in Our Stars" (2014)

Hazel Grace Lancaster menjalani hidup dengan kanker tiroid yang telah menyebar ke paru-parunya. Kehidupannya berubah setelah bertemu Augustus Waters, seorang remaja yang pernah mengalami kanker tulang.

Keduanya menjalin hubungan dan berbagi pengalaman tentang kehidupan, harapan, serta ketakutan menghadapi masa depan. Namun, penyakit yang mereka hadapi membuat kebahagiaan tersebut selalu dibayangi kemungkinan kehilangan.

Diadaptasi dari novel karya John Green, "The Fault in Our Stars" menunjukkan bahwa arti sebuah hubungan tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu bersama. Momen sederhana dan kenangan yang tercipta dapat tetap bermakna meskipun kebersamaan tidak berlangsung selamanya.

6. "Tenggelamnya Kapal Van der Wijck" (2013)

Film Indonesia yang diadaptasi dari novel karya Buya Hamka ini menceritakan cinta Zainuddin dan Hayati yang terhalang oleh adat serta perbedaan latar belakang sosial.

Hubungan keduanya tidak mendapatkan jalan yang mudah. Hayati akhirnya menikah dengan laki-laki lain, sementara Zainuddin berusaha menghadapi patah hati dan membangun kembali kehidupannya.

Perjalanan Zainuddin memperlihatkan bagaimana seseorang dapat terpuruk akibat kehilangan cinta, tetapi perlahan menemukan jalan untuk bangkit. Film ini juga menyoroti tekanan adat dan pandangan masyarakat yang memengaruhi keputusan pribadi.

"Tenggelamnya Kapal Van der Wijck" cocok bagi penonton yang ingin menyaksikan kisah cinta tragis dengan latar budaya Indonesia sekaligus memahami bahwa menerima kenyataan membutuhkan proses panjang.

7. "Midnight Sun" (2018)

Katie Price memiliki kondisi medis langka yang membuat kulitnya sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet. Karena itu, ia menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam rumah dan hanya bisa beraktivitas di luar ketika malam tiba.

Kehidupannya berubah ketika bertemu Charlie, pemuda yang kemudian menjadi orang penting dalam hidupnya. Hubungan mereka memberikan pengalaman baru bagi Katie, tetapi kondisi kesehatannya menghadirkan tantangan yang tidak mudah dihadapi.

"Midnight Sun" mengangkat kisah cinta yang berlangsung di tengah keterbatasan dan ketidakpastian. Film ini mengajak penonton menghargai kesempatan untuk mencintai dan menciptakan kenangan, sekalipun masa depan tidak berjalan sesuai harapan.

8. "Habibie & Ainun" (2012)

Film biografi romantis ini mengisahkan perjalanan cinta Bacharuddin Jusuf Habibie dan Hasri Ainun Besari. Ceritanya mengikuti hubungan mereka sejak kembali menjalin kedekatan hingga membangun keluarga di tengah perjalanan karier Habibie.

Kehidupan bersama keduanya dipenuhi dukungan, pengorbanan, dan kesetiaan. Namun, perjalanan panjang tersebut juga berakhir dengan kehilangan ketika Ainun meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit.

"Habibie & Ainun" memperlihatkan sisi lain dari mengikhlaskan seseorang, yakni menerima kepergian pasangan hidup setelah bertahun-tahun berbagi kebahagiaan dan kesulitan. Kenangan dan pengaruh orang yang dicintai dapat tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan setelah perpisahan.

9. "Titanic" (1997)

Berlatar tragedi tenggelamnya kapal RMS Titanic pada 1912, film garapan James Cameron ini mengikuti kisah cinta Jack Dawson dan Rose DeWitt Bukater. Keduanya berasal dari latar belakang sosial berbeda dan bertemu ketika melakukan perjalanan melintasi Samudra Atlantik.

Hubungan mereka berkembang di tengah konflik keluarga, aturan sosial, dan bencana yang mengancam keselamatan penumpang kapal. Ketika Titanic tenggelam, Jack mengorbankan dirinya agar Rose memiliki kesempatan untuk bertahan hidup.

Setelah kehilangan Jack, Rose berusaha meneruskan hidup dan menjalani masa depan yang pernah mereka bicarakan. Kisah ini menunjukkan bahwa mengikhlaskan bukan berarti melupakan seseorang, melainkan tetap melangkah sambil menghargai kenangan dan cinta yang pernah hadir.

Kesembilan film tersebut menawarkan gambaran berbeda tentang perpisahan, pengorbanan, dan kehilangan. Ada kisah tentang dua orang yang memilih jalan hidup masing-masing, ada pula cerita tentang cinta yang terhalang keadaan hingga kematian.

Meski tidak semua hubungan berakhir bahagia, film-film tragic romance ini mengingatkan bahwa pengalaman mencintai seseorang tetap dapat memberikan makna. Belajar mengikhlaskan memang membutuhkan waktu, tetapi kenangan dan pelajaran dari sebuah hubungan dapat menjadi bagian dari proses pendewasaan diri.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE