Real Madrid Dituding Langgar Aturan LaLiga Gegara Bocah 18 Tahun Asal Argentina
JAKARTA, GENVOICE.ID -Real Madrid kembali menjadi sorotan publik setelah dituding melanggar regulasi LaLiga Spanyol dalam laga pembuka musim melawan Osasuna pada Rabu, 20 Agustus 2025. Tuduhan ini muncul setelah klub memainkan Franco Mastantuono, pemain muda asal Argentina yang baru direkrut dari River Plate, dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 1-0 di Santiago Bernabeu.
Mastantuono, yang baru berusia 18 tahun, tampil sebagai pemain pengganti pada menit ke-68. Namun, status registrasinya sebagai pemain Real Madrid Castilla, bukan bagian dari skuad utama memicu kontroversi. Ia mengenakan nomor punggung 30, sementara regulasi LaLiga menetapkan bahwa pemain tim utama harus terdaftar dengan nomor 1 hingga 25.
Tuduhan Pelanggaran Pasal 125 RFEF
Menurut laporan Fotmob yang dirilis Jumat, Miguel Galan, Presiden Pusat Pelatihan Sepak Bola Nasional Spanyol, menyebut tindakan Real Madrid sebagai pelanggaran yang disengaja terhadap Pasal 125 Regulasi Umum Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Pasal tersebut mengatur secara ketat tentang registrasi pemain yang masuk dalam skuad utama.
Jika tuduhan ini terbukti benar, Real Madrid berisiko menerima sanksi administratif, termasuk kemungkinan pengurangan poin. Meski demikian, hingga saat ini belum ada protes resmi yang diajukan oleh Osasuna, lawan mereka dalam laga tersebut. Mundo Deportivo melaporkan bahwa Osasuna memilih tidak mempermasalahkan insiden ini, menganggapnya sebagai praktik umum dalam fleksibilitas transfer pemain.
Sikap Real Madrid dan Potensi Dampak Jangka Panjang
Di sisi lain, Real Madrid menyatakan bahwa mereka tidak melanggar aturan dan siap memainkan Mastantuono untuk tim Castilla jika diperlukan. Klub raksasa Spanyol ini yakin bahwa proses registrasi telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mastantuono sendiri merupakan talenta muda yang tengah naik daun. Ia direkrut dengan nilai transfer fantastis sebesar €63 juta (sekitar Rp1,91 triliun), mengalahkan persaingan dari klub-klub elite seperti Paris Saint-Germain dan Barcelona. Debutnya bersama tim nasional Argentina semakin memperkuat reputasinya sebagai prospek masa depan.
Potensi Gugatan Baru dan Implikasi Regulasi
Meski tidak ada protes resmi saat ini, keputusan Real Madrid untuk menurunkan Mastantuono tanpa registrasi ulang tetap berpotensi memicu gugatan dari klub lain di masa mendatang. Situasi ini membuka diskusi lebih luas tentang transparansi dan konsistensi penerapan regulasi LaLiga, terutama dalam hal penggunaan pemain muda dari tim cadangan.
Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa klub-klub besar seperti Real Madrid harus tetap berhati-hati dalam mengelola administrasi pemain, terutama di tengah sorotan media dan pengawasan federasi. Keputusan-keputusan kecil seperti ini bisa berdampak besar terhadap reputasi dan posisi kompetitif di liga.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!