Royalti Ari Lasso Kisruh, DPR Desak Audit WAMI Sampai Tuntas!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Drama soal royalti musik yang melibatkan Ari Lasso dan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Wahana Musik Indonesia (WAMI) makin panas dan belum ada tanda-tanda reda. Dari yang awalnya hanya curhatan Ari di Instagram, kini polemik ini sudah menarik perhatian pejabat tinggi negara hingga anggota DPR RI.
Penyanyi legendaris yang sudah malang melintang di dunia musik Indonesia itu sempat mengunggah ulang sebuah berita tentang kesiapan WAMI untuk diaudit. Lewat caption unggahannya, Ari menulis, "Andaikan mas Adi Adrian (President Director WAMI) mengizinkan saya merekam pembicaraan via telepon." Kalimat itu jelas menandakan bahwa Ari merasa ada sesuatu yang janggal dalam komunikasi yang ia lakukan dengan pihak WAMI.
Tak berhenti di situ, Ari juga mengungkapkan ada anggota DPR Komisi XI yang langsung menghubunginya. Politisi berinisial B, yang disebut berasal dari Jawa Timur, bahkan menjanjikan akan memanggil pihak WAMI serta membuka audit terkait sistem distribusi royalti. "Seorang anggota DPR komisi 11, arek Jatim berinisial B menelepon saya sekian puluh menit, berjanji memanggil WAMI dan mengaudit. Semoga amanah mas," tulis Ari dalam postingan lainnya.
Buat Ari, perjuangannya ini bukan sekadar soal nominal uang. Ia menegaskan kalau aksinya murni demi memperbaiki sistem royalti di Indonesia agar lebih transparan. Penyanyi 52 tahun itu pun lega karena Menteri Hukum disebut-sebut ikut menyoroti masalah ini dan mendorong agar LMKN dan LMK segera diaudit. "Becik ketitik olo ketoro (yang baik akan terlihat, yang buruk akan tampak)," tulis Ari menutup curhatan panjangnya.
Sebelum DPR turun tangan, sebenarnya Ari sudah sempat berkomunikasi langsung dengan Adi Adrian. Namun, pembicaraan itu malah memicu drama baru. Awalnya, Ari mengaku hanya menerima royalti Rp497 ribu, padahal belakangan diketahui total uang yang seharusnya ia terima mencapai Rp40 juta. Angka ratusan ribu itu ternyata hanyalah sisa pembagian, tapi sudah terlanjur membuat publik heboh.
Keributan semakin runyam ketika Ari merasa diprank. Ia mengaku sempat mau mengklarifikasi ke publik, tapi justru dicegah oleh Adi. Anehnya, tak lama setelah itu, Adi malah menggelar konferensi pers di depan wartawan. Hal ini membuat Ari merasa disudutkan seolah-olah dirinya hanya peduli pada uang dan ingin terlihat serakah.
Kasus ini kini bukan lagi sekadar urusan internal antara musisi dengan LMK, tapi sudah jadi isu besar yang bisa membuka borok sistem pengelolaan royalti musik di Tanah Air. Kalau benar audit dijalankan, bukan tidak mungkin akan ada banyak fakta mengejutkan yang terungkap.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!