Superliga Junior 2025 Jadi Arena Tambah Jam Terbang dan Latih Mental Atlet Muda

Superliga Junior 2025 Jadi Arena Tambah Jam Terbang dan Latih Mental Atlet Muda
- (Dok. Media Indonesia).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Polytron Superliga Junior 2025 kembali menjadi ajang penting bagi pebulu tangkis muda Indonesia. Turnamen beregu ini dinilai memberikan pengalaman berharga untuk menambah jam terbang sekaligus melatih mental pertandingan, terutama bagi atlet usia 10-12 tahun yang masih minim pengalaman di kompetisi tingkat tinggi.

Pelatih PB Champion Kudus, Muhammad Revindra, menyebut Superliga Junior sebagai kesempatan emas bagi atletnya merasakan atmosfer berbeda dari turnamen biasa. "Turnamen ini bisa dibilang pembinaan sekaligus peluang menambah jam terbang anak-anak. Format beregu open seperti ini baru pertama kali kita ikuti, jadi pengalaman yang sangat berharga," kata Revindra saat ditemui di GOR Djarum Kudus, Sabtu.

Menurut Revindra, faktor mental menjadi kunci di kompetisi ini. "Kadang permasalahannya bukan di teknik atau fisik, tapi di mental bertanding. Jam terbang sangat penting, apalagi di usia 10-11 tahun, pengalaman mereka masih minim," ujarnya. Turnamen ini juga melibatkan perwakilan klub luar negeri, memberi peluang bagi atlet Indonesia menghadapi gaya permainan berbeda dan meningkatkan kesiapan mereka di ajang internasional.

Selain pelatih, salah satu pemain U13 PB Champion Kudus, La Ode Muhammad Ahsan Kamil, mengaku merasakan langsung manfaat Superliga Junior. Meski timnya kalah 0-3 di babak semifinal, Ahsan menyebut turnamen ini membuatnya lebih percaya diri dan termotivasi untuk meningkatkan kemampuan. "Mental jadi lebih kuat, fisik mau ditingkatin lagi, teknik juga mau diperbaiki," katanya.

Format beregu yang diterapkan Superliga Junior memang menuntut strategi tim dan kekompakan, berbeda dari turnamen perorangan. Hal ini menjadi nilai tambah untuk membentuk karakter kompetitif atlet muda. "Di pertandingan beregu ini, faktor non-teknis atau mental bertanding yang lebih diutamakan," jelas Revindra.

Superliga Junior 2025, yang digelar di GOR Djarum Kudus, juga menjadi ajang persiapan penting menjelang Polytron Superliga Junior 2026. Tahun depan, PB Djarum menargetkan kehadiran negara-negara kuat bulu tangkis seperti China, Jepang, dan India untuk menambah gengsi dan kualitas kompetisi.

Dengan pengalaman bertanding di turnamen beregu yang menantang, atlet muda Indonesia tidak hanya memperoleh jam terbang tambahan, tetapi juga pembelajaran mental yang akan berguna sepanjang karier bulu tangkis mereka. Superliga Junior terbukti menjadi platform strategis dalam membentuk generasi penerus bulu tangkis Indonesia yang tangguh dan kompetitif.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE