Viral! Demo Wearable Canggih Meta Gagal Total, Zuckerberg Disorot Usai Panggilan Video Error di Atas Panggung
JAKARTA, GENVOICE.ID - Alih-alih memukau dunia dengan teknologi terdepan, Meta Connect 2025 justru menjadi panggung canggung bagi CEO Meta Mark Zuckerberg. Dalam presentasi bertabur perangkat wearable terbaru, demo langsung justru berujung viral karena mengalami glitch fatal di depan publik dan kamera.
Pada ajang tahunan ini, Zuckerberg memperkenalkan sederet inovasi baru: mulai dari kacamata pintar Meta Ray-Ban Display yang dilengkapi layar HUD (heads-up display), neural wristband atau gelang saraf revolusioner, Ray-Ban generasi kedua, hingga kacamata olahraga kolaborasi Meta x Oakley.
Namun, sorotan utama bukan datang dari kecanggihan produknya, melainkan kegagalan demo gelang saraf yang seharusnya menjadi teknologi andalan Meta tahun ini.
Zuckerberg mencoba memamerkan cara mengetik pesan dan melakukan panggilan video hanya dengan gerakan tangan, tanpa menyentuh layar. Ketikan berbasis gestur memang sempat berhasil. Namun, ketika ia mencoba menelepon CTO Meta Andrew Bosworth, sistem justru gagal merespons.
Setelah beberapa kali mengulang gerakan dan mencoba memicu sistem, panggilan tak kunjung terkoneksi. Bosworth akhirnya naik ke panggung dan menenangkan suasana dengan berkata, "WiFi-nya parah banget."
Zuckerberg menjawab santai, "Ya, saya juga nggak tahu. Nanti kita perbaiki. Hal-hal seperti ini sudah dilatih seratus kali, tapi tetap saja kadang di panggung bisa beda."
Bosworth melanjutkan dengan nada bercanda getir, "Saya jamin, tidak ada yang lebih kesal daripada saya, karena tim saya sekarang yang harus mencari tahu kenapa ini gagal di panggung."
Sayangnya, publik internet tidak sebaik hati para bos Meta. Video insiden itu langsung viral, dan netizen ramai mempertanyakan apakah benar penyebabnya hanya WiFi. Bahkan beberapa komentar menyebut, "Zuckerberg pasti ngamuk ke timnya di belakang panggung," hingga ada yang menyebut insiden ini sebagai pertanda bahaya dari teknologi pengenal identitas Meta.
Insiden tak berhenti di situ. Dalam sesi demo lain bersama kreator kuliner Jack Mancuso, AI asisten di Ray-Ban Display gagal memberikan instruksi memasak saus steak Korea. Saat diminta memandu dari awal, AI malah melompati langkah-langkah dasar dan langsung menyebut "base ingredients sudah tercampur", padahal Mancuso bahkan belum mulai memasak.
"Apa yang harus saya lakukan pertama?" tanya Mancuso berulang kali, namun AI tetap konsisten salah memberi arahan.
Kritik pun bermunculan, menyebut AI Meta belum matang dan terlalu cepat untuk diperkenalkan ke publik dalam bentuk wearable.
Meski begitu, Zuckerberg tetap percaya diri. Ia menyebut integrasi Ray-Ban Display dan neural wristband sebagai "momen spesial" dalam evolusi teknologi AI, di mana kecerdasan buatan bisa hadir langsung di kehidupan manusia, bukan hanya di server pusat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!