Dari Siswi SMA hingga Istri ke-7 Bung Karno, Ini Sosok Yurike Sanger

Dari Siswi SMA hingga Istri ke-7 Bung Karno, Ini Sosok Yurike Sanger
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Istri ketujuhnya, Yurike Sanger, meninggal dunia di Amerika Serikat pada Rabu, 17 September 2025 waktu setempat. Kementerian Luar Negeri RI melalui Konsulat Jenderal di Los Angeles telah memastikan kabar tersebut setelah berkomunikasi langsung dengan keluarga almarhumah di San Bernadino, California.

Yurike wafat pada usia 81 tahun. Kepergiannya kembali membuka ingatan publik tentang kisah uniknya bersama Bung Karno, terutama karena ia dinikahi saat masih sangat muda.

Melansir dari CNBC Indonesia, Jumat (19/9), pertemuan antara Yurike dan Soekarno terjadi pada 1963. Saat itu, Yurike masih duduk di bangku kelas II SMA VII Jakarta dan tergabung dalam barisan Bhinneka Tunggal Ika yang menyambut kedatangan sang Presiden di sebuah acara kenegaraan. Di sanalah Bung Karno terpikat oleh sosok remaja berusia 18 tahun tersebut.

Menurut catatan dalam buku The Uncensored of Bung Karno: Misteri Kehidupan Sang Presiden (2014), usai acara, Soekarno bahkan menawarkan diri untuk mengantar Yurike pulang. Sepanjang perjalanan, Bung Karno meminta agar dipanggil "mas" alih-alih "pak," membicarakan masa depan, dan secara mengejutkan menyampaikan niat untuk menikahi Yurike.

Meski sempat menimbulkan keraguan orang tua, terutama karena perbedaan usia yang mencapai 44 tahun serta status Soekarno yang saat itu telah beristri enam, pada akhirnya pernikahan tetap berlangsung. Pada 6 Agustus 1964, Yurike resmi menjadi istri ketujuh Presiden pertama RI.

Pernikahan mereka tidak dikaruniai keturunan. Yurike sempat hamil, namun bayi yang dikandung lahir prematur. Atas pertimbangan medis, dokter meminta agar ia menunda kehamilan. Sejarawan Peter Kasenda dalam Bung Karno Panglima Revolusi (2014) menuliskan bahwa Bung Karno berusaha memahami kondisi tersebut meski terkadang menimbulkan ketegangan dalam rumah tangga.

Di tengah kebersamaan mereka, Bung Karno kembali menikah dengan Heldy Djafar pada 1966, yang juga kala itu masih berusia sangat muda. Setahun kemudian, situasi politik nasional berubah drastis pasca peristiwa 1965. Posisi Bung Karno sebagai presiden goyah, hingga akhirnya berujung pada kejatuhan kekuasaannya. Kondisi ini membuat rumah tangganya dengan Yurike ikut berakhir. Mereka bercerai secara baik-baik pada 1967.

Setelah bercerai, Yurike memilih tinggal di Amerika Serikat. Kehidupannya jauh dari sorotan publik hingga akhirnya meninggal dunia pada 18 September 2025. Kisah cintanya dengan Bung Karno sempat diabadikan dalam buku Percintaan Bung Karno dengan Anak SMA (2010), yang menggambarkan betapa uniknya perjalanan hidup seorang siswi SMA yang pernah menjadi bagian dari sejarah keluarga besar Proklamator Indonesia.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE