Rumor Panas! Carlos Sainz Bisa Kembali ke Ferrari Gantikan Lewis Hamilton
JAKARTA, GENVOICE.ID - Isu mengejutkan kembali mengguncang paddock Formula 1. Mantan steward FIA sekaligus eks pundit Sky F1, Johnny Herbert, menilai ada kemungkinan Lewis Hamilton dan Ferrari berpisah lebih cepat dari kontrak jika performa sang juara dunia tujuh kali tak kunjung membaik. Bahkan, nama Carlos Sainz disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk kembali mengisi kursi yang kini ditempati Hamilton.
Seperti diketahui, Hamilton resmi meninggalkan Mercedes dan pindah ke Ferrari pada awal musim 2025 dalam salah satu transfer terbesar dalam sejarah F1. Namun, sejauh ini kiprahnya jauh dari ekspektasi. Dari 14 balapan, pembalap asal Inggris itu belum sekalipun meraih podium. Situasi makin rumit ketika di GP Hungaria ia hanya start dari posisi ke-12, sementara rekan setimnya, Charles Leclerc, berhasil merebut pole position.
Frustrasi Hamilton terlihat jelas. Ia beberapa kali menyebut dirinya "useless" setelah sesi kualifikasi yang buruk di Budapest, bahkan mengisyaratkan Ferrari mungkin perlu mempertimbangkan pengganti. Ia juga mengungkapkan adanya "banyak hal di balik layar yang tidak berjalan baik" di tim berlogo kuda jingkrak tersebut.
Di sisi lain, Carlos Sainz yang kini membela Williams juga menghadapi masa sulit. Setelah dipaksa hengkang demi memberi jalan pada Hamilton, performanya di tim barunya belum impresif. Ia belum pernah finis lebih tinggi dari posisi kedelapan dan masih tertinggal 38 poin dari rekan setimnya, Alex Albon. Kendati begitu, Herbert menilai Sainz tetap punya kapasitas untuk kembali ke Ferrari.
"Carlos melakukan pekerjaan luar biasa saat di Ferrari, bahkan bisa mengimbangi Leclerc. Dia masih muda dan punya potensi. Walaupun sedang kesulitan di Williams, kita tahu betapa bagusnya dia dulu di Ferrari," kata Herbert dalam sebuah wawancara.
Spekulasi kian memanas karena kontrak Hamilton dengan Ferrari memang disebut sebagai kesepakatan "multi-year", meski tidak pernah diumumkan secara detail. Media Italia melaporkan kontrak itu berlaku minimal sampai 2026, dengan opsi perpanjangan hingga 2027 yang sepenuhnya ada di tangan Hamilton. Namun, jika Ferrari dan Hamilton sepakat untuk berpisah lebih cepat, jalan bisa terbuka bagi Sainz untuk kembali ke tim asal Maranello tersebut.
Sainz sendiri telah menandatangani kontrak jangka panjang dengan Williams hingga 2026, tetapi rumor menyebut ada klausul khusus yang memungkinkannya hengkang jika mendapat tawaran dari tim papan atas. Jika benar, skenario reuni Sainz dengan Ferrari bukanlah hal mustahil.
Dengan situasi tak menentu ini, musim depan bisa jadi titik krusial. Apakah Hamilton mampu bangkit dan bertahan di Ferrari, atau justru panggung F1 akan menyaksikan kembalinya Carlos Sainz ke kursi yang dulu ia tinggalkan?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!