Terjadi Lagi! Balita di Bengkulu Keluarkan Cacing dari Mulut dan Hidung hingga Larva Ditemukan di Paru-paru

Balita di Seluma Keluar Cacing Hidup, Larva Ditemukan di Paru-paru!

Terjadi Lagi! Balita di Bengkulu Keluarkan Cacing dari Mulut dan Hidung hingga Larva Ditemukan di Paru-paru
Seorang balita mengeluarkan cacing dari mulut dan hidung di Bengkulu. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Di tengah kemajuan teknologi dan informasi, kabar mengejutkan datang dari Seluma, Bengkulu. Seorang balita bernama Khaira Nur Sabrina, yang baru berusia 1,8 tahun, menjadi sorotan publik setelah mengalami kondisi langka dan memprihatinkan, mengeluarkan cacing gelang dari mulut dan hidungnya.

Kejadian ini tidak hanya menggemparkan warga setempat, tetapi juga membuka mata kita tentang isu kesehatan yang sering kali terabaikan. Kondisi Khaira yang memburuk, ditambah dengan temuan larva cacing di paru-parunya dan kondisi sanitasi rumah yang sangat memprihatinkan, menjadi alarm bagi kita semua.

Kisah ini bukan sekadar berita biasa, melainkan pengingat pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Kondisi Balita Khaira dan Sang Kakak

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Rudi Syawaludin, kondisi Khaira memang cukup mengkhawatirkan. Selain berat badannya yang jauh di bawah normal, ia juga didiagnosis mengidap penyakit paru-paru. Hasil pemeriksaan di rumah sakit menunjukkan bahwa balita malang ini mengalami anemia, leukosit tinggi, dan gula darah yang mencapai 270.

Yang paling mengejutkan, hasil rontgen juga menemukan larva cacing di dalam paru-parunya. "Dari hasil pemeriksaan kesehatan itulah akhirnya pasien kita rujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu," jelas Rudi.

Tragisnya, ternyata sang kakak, Aprillia (4), juga didiagnosis menderita penyakit cacingan yang sama. Ia pun ikut dirujuk ke RSUD Bengkulu untuk mendapatkan perawatan yang serupa.

Kisah miris ini semakin diperparah dengan kondisi rumah mereka yang tak layak huni. Tim dari dinas terkait menemukan bahwa rumah Khaira hanya beralaskan tanah dengan dinding papan yang sudah rusak.

Tak hanya itu, kotoran ayam pun berserakan di sekitar rumah, menunjukkan lingkungan yang kurang bersih dan menjadi faktor risiko utama.

Kenapa Cacing Bisa Hidup dan Berkembang Biak di Tubuh?

Kasus Khaira memicu pertanyaan besar, kenapa cacing bisa terus berkembang biak di dalam tubuh manusia? Prof. Ari Fahrial Syam, seorang dokter spesialis penyakit dalam dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), memberikan penjelasan yang mencerahkan.

Menurut Prof. Ari, jika tidak segera diobati, cacing gelang atau Ascaris akan bertelur dan memperbanyak diri di dalam usus. Proses ini bisa membuat cacing keluar bersama feses, bahkan melalui muntahan, seperti yang dialami Khaira.

"Kalau tidak diobati memang itu akan bertelur dan memperbanyak diri di dalam tubuh, dalam usus seseorang," tegasnya.

Yang lebih mengerikan, penyebaran cacing ini tidak hanya terbatas di usus. Larva cacing bisa "bermigrasi" ke organ lain, seperti paru-paru, yang menyebabkan masalah pernapasan serius. Dalam beberapa kasus, cacing bahkan bisa naik hingga ke saluran empedu.

Kenali Tanda-tanda Anak Cacingan!

Penting banget buat orang tua untuk tahu gejala cacingan pada anak. Selain perut yang terasa tidak nyaman, kembung, dan begah, ciri yang paling mudah dikenali adalah perilaku anak yang rewel. "Kalau anaknya rewel kita harus periksa jangan-jangan cacingan," kata Prof. Ari.

Untuk mencegah masalah ini, langkah terbaik adalah menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan anak rutin mengonsumsi obat cacing. Pemberian obat cacing secara teratur bisa membantu menekan perkembangbiakan cacing, bahkan mematikannya di dalam tubuh.

Jadi, jangan sepelekan kebersihan, ya Gen! Yuk, sama-sama jaga kesehatan diri dan keluarga dari ancaman cacingan yang bisa sangat berbahaya.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE