5 Rekomendasi Film Akhir Pekan, dari Nobody Loves Kay hingga NAZA
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sejumlah film dari berbagai genre meramaikan bioskop Indonesia pada akhir pekan, 16-18 Oktober 2026. Pilihannya beragam, mulai dari drama persahabatan berlatar dunia esports, dokumenter tentang konflik Gaza, hingga film thriller tentang perjuangan bertahan hidup.
Salah satu film yang kembali hadir di bioskop adalah "Nobody Loves Kay", yang mengangkat kisah Kairi, pemain profesional Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dari tim ONIC. Sementara itu, film dokumenter "NAZA" turut menjadi perhatian setelah mendapatkan sambutan panjang dalam pemutaran perdananya di Venice Film Festival 2026.
Penonton yang menyukai ketegangan juga dapat memilih "Whalefall", tentang seorang penyelam yang terperangkap di dalam tubuh paus. Ada pula "Street Fighter" yang menghadirkan pertarungan Ryu dan Ken Masters, serta "Bapak Paling Jujur" dengan komedi satir mengenai dunia politik.
Berikut lima rekomendasi film untuk menemani akhir pekan di bioskop.
1. Nobody Loves Kay
"Nobody Loves Kay" merupakan film drama yang mengangkat persahabatan dan perjuangan mengejar cita-cita di dunia esports. Ceritanya berpusat pada Kay (Bima Azriel), yang bersama dua sahabatnya, Ido (Rey Bong) dan Aurelio (Joshia Frederico), memiliki impian menjadi pemain profesional gim.
Namun, perjalanan Kay menghadapi hambatan ketika nilai sekolahnya merosot. Sang ibu mengancam akan memindahkannya ke Arab jika ia tidak memperbaiki prestasi akademiknya.
Kay kemudian berusaha meningkatkan nilainya dengan bantuan Amanda (Aurora Ribero), murid terpintar di kelas. Di saat yang sama, ia tetap berupaya mempertahankan kariernya di dunia gaming.
Masalah muncul ketika Ido merasa Kay semakin sulit diajak bekerja sama karena tidak bisa membagi fokus. Aurelio juga menghadapi persoalan keluarga yang menghambat langkah mereka. Konflik tersebut perlahan merusak persahabatan mereka hingga Ido memutuskan mengeluarkan Kay dari tim.
Film ini kembali tayang di sejumlah bioskop CGV Indonesia mulai 15 Oktober 2026. "Nobody Loves Kay" memiliki klasifikasi D17+ untuk penonton berusia 17 tahun ke atas.
2. NAZA
"NAZA" menjadi pilihan bagi penonton yang tertarik pada film dokumenter mengenai konflik Israel-Palestina. Film ini menyoroti dampak serangan militer Israel terhadap warga sipil Palestina di Gaza sejak Oktober 2023.
Judulnya merujuk pada istilah militer berbahasa Ibrani, "nezek agavi", yang berkaitan dengan perkiraan kerugian tambahan atau dampak kolateral dalam operasi militer. Film ini mengangkat penggunaan istilah tersebut dalam konteks perkiraan korban sipil akibat serangan udara.
Pengambilan gambar dilakukan di Tel Aviv ketika perang di Gaza masih berlangsung. Melalui dokumentasi dan pengungkapan berbagai aspek konflik, film ini menyoroti peran pemerintah Israel serta dampak operasi militer terhadap masyarakat sipil Palestina.
"NAZA" menjadi sorotan setelah pemutaran perdananya di Venice Film Festival pada 10 September 2026 mendapat standing ovation selama 24,5 menit. Film ini memiliki klasifikasi D17+ dan tayang di bioskop Indonesia.
3. Whalefall
"Whalefall" menawarkan ketegangan melalui kisah perjuangan seorang penyelam yang terjebak di dalam tubuh paus sperma raksasa.
Film ini mengikuti Jay Gardiner (Austin Abrams), yang menyelam di lepas pantai California untuk mencari jenazah ayahnya setelah sang ayah meninggal dunia. Namun, pencarian tersebut berubah menjadi perjuangan hidup dan mati ketika Jay ditelan paus sperma.
Terperangkap di dalam tubuh hewan tersebut dengan persediaan oksigen yang hanya cukup untuk sekitar satu jam, Jay harus mencari cara untuk menyelamatkan diri sebelum kehabisan waktu.
Dalam situasi yang semakin genting, Jay mulai mengingat pelajaran hidup yang pernah diberikan ayahnya. Ingatan tersebut menjadi salah satu petunjuk yang mungkin membantunya bertahan.
Menggabungkan unsur survival dan thriller, "Whalefall" cocok bagi penonton yang menyukai cerita dengan situasi ekstrem dan tekanan waktu. Film ini memiliki klasifikasi R13+ untuk penonton berusia 13 tahun ke atas dan tayang di bioskop.
4. Street Fighter
Penggemar gim pertarungan dapat menyaksikan adaptasi layar lebar "Street Fighter" yang menghadirkan sejumlah karakter ikonis dari waralaba tersebut.
Berlatar pada 1993, film ini mengikuti Ryu (Andrew Koji) dan Ken Masters (Noah Centineo), dua petarung yang kembali bertemu setelah lama berpisah. Keduanya sebelumnya telah meninggalkan kehidupan sebagai petarung.
Situasi berubah ketika Chun-Li (Callina Liang) datang membawa peringatan bahwa Ken sedang berada dalam bahaya. Demi menghadapi ancaman tersebut, Ryu dan Ken kembali terjun ke dunia pertarungan melalui Turnamen World Warrior.
Kompetisi tersebut ternyata menyimpan konspirasi berbahaya yang membuat keduanya harus menghadapi persoalan lebih besar daripada sekadar memenangkan pertandingan.
Dengan pertarungan dan kemunculan karakter-karakter populer dari gimnya, "Street Fighter" menjadi salah satu pilihan bagi pencinta film laga. Film ini memiliki klasifikasi R13+ untuk penonton berusia 13 tahun ke atas dan tayang di bioskop.
5. Bapak Paling Jujur
"Bapak Paling Jujur" menghadirkan komedi yang dibalut satir politik melalui kisah dua calon pemimpin daerah, Jonas Prakoso (Andovi Da Lopez) dan Sambodo (Soleh Solihun).
Jonas dikenal sebagai sosok yang pandai membangun citra publik dan menjaga perkataannya di hadapan masyarakat. Bersama Sambodo, ia telah menyiapkan strategi untuk memenangkan pemilihan gubernur dan wakil gubernur.
Namun, rencana tersebut berantakan setelah Jonas terkena kutukan dari neneknya yang membuatnya tidak bisa berbohong.
Sejak saat itu, Jonas mulai mengungkapkan isi pikirannya secara blak-blakan. Berbagai rahasia yang sebelumnya disembunyikan ikut terbongkar, termasuk di hadapan keluarga, tim sukses, lawan politik, dan masyarakat.
Kondisi tersebut memicu serangkaian situasi kocak sekaligus memperlihatkan persoalan pencitraan dan kejujuran dalam politik. "Bapak Paling Jujur" bisa menjadi pilihan bagi penonton yang menyukai drama komedi dengan kritik sosial.
Kelima film tersebut menawarkan pengalaman menonton yang berbeda, mulai dari kisah persahabatan dan perjuangan hidup hingga dokumenter konflik serta komedi politik. Penonton dapat memilih sesuai genre favorit dan memperhatikan klasifikasi usia sebelum membeli tiket.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!