Kenapa Kita Bisa Merasa Déjà Vu, Begini Penjelasannya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernah mengalami sebuah situasi yang terasa sangat familiar, seolah-olah kejadian tersebut pernah dialami sebelumnya, padahal kamu yakin baru pertama kali mengalaminya? Fenomena ini dikenal sebagai déjà vu.
Déjà vu berasal dari bahasa Prancis yang secara harfiah berarti "sudah dilihat". Fenomena ini cukup umum dan biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat. Seseorang mungkin sedang mengunjungi tempat baru, berbicara dengan orang lain, atau melakukan aktivitas tertentu, tetapi tiba-tiba muncul perasaan bahwa kejadian tersebut pernah terjadi sebelumnya.
Apa Itu Déjà Vu?
Déjà vu merupakan sensasi bahwa sebuah pengalaman yang sedang berlangsung terasa seperti sesuatu yang pernah dialami sebelumnya.
Hal yang menarik adalah orang yang mengalami déjà vu biasanya tetap menyadari bahwa situasi tersebut sebenarnya baru. Jadi, ada perbedaan antara perasaan familiar dan ingatan yang benar-benar bisa diingat.
Misalnya, kamu memasuki sebuah kafe yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Tiba-tiba suasananya terasa sangat familiar, tetapi ketika mencoba mengingat kapan pernah berada di sana, tidak ada kejadian spesifik yang bisa ditemukan.
Kenapa Déjà Vu Bisa Terjadi?
Para peneliti belum memiliki satu penjelasan tunggal mengenai penyebab déjà vu. Namun, salah satu penjelasan yang banyak dibahas berkaitan dengan cara otak memproses ingatan dan rasa familiar.
Otak memiliki sistem yang membantu mengenali apakah sesuatu terasa familiar. Dalam kondisi tertentu, sistem tersebut mungkin memberikan sensasi familiar terhadap sebuah pengalaman yang sebenarnya baru.
Akibatnya, seseorang merasa seperti pernah mengalami kejadian tersebut sebelumnya meskipun tidak memiliki ingatan yang jelas mengenai kejadian serupa.
Bisa Berkaitan dengan Kemiripan Situasi
Déjà vu juga dapat muncul ketika sebuah situasi baru memiliki kemiripan dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya.
Misalnya, kamu mengunjungi tempat baru yang memiliki bentuk ruangan, pencahayaan, susunan meja, atau suasana yang mirip dengan tempat lain yang pernah dikunjungi.
Otak dapat mengenali kesamaan tersebut tanpa kamu menyadarinya secara langsung. Rasa familiar kemudian muncul dan membuat situasi baru terasa seperti pengalaman lama.
Kenapa Déjà Vu Hanya Berlangsung Sebentar?
Déjà vu biasanya hanya berlangsung beberapa detik. Sensasi tersebut dapat muncul secara tiba-tiba dan kemudian menghilang begitu saja.
Hal ini kemungkinan berkaitan dengan sifat déjà vu yang merupakan pengalaman singkat dalam proses pengenalan dan pemrosesan memori.
Setelah sensasi tersebut berlalu, seseorang biasanya kembali menyadari bahwa kejadian yang sedang dialaminya memang baru.
Apakah Déjà Vu Berarti Kita Pernah Mengalami Kejadian Itu?
Tidak selalu.
Perasaan bahwa sebuah kejadian pernah terjadi tidak otomatis berarti kejadian tersebut benar-benar pernah dialami sebelumnya. Ingatan manusia juga tidak bekerja seperti rekaman video yang menyimpan seluruh pengalaman secara sempurna.
Otak dapat membentuk rasa familiar berdasarkan potongan informasi, kemiripan suasana, atau proses pengolahan memori. Karena itu, sensasi "pernah mengalami" bisa muncul meskipun tidak ada ingatan nyata yang sesuai.
Déjà Vu Bisa Terjadi pada Siapa Saja
Déjà vu merupakan pengalaman yang dapat dialami banyak orang dan biasanya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan jika terjadi sesekali.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa sistem memori manusia cukup kompleks. Otak tidak hanya menyimpan pengalaman, tetapi juga terus membandingkan informasi baru dengan berbagai informasi yang sudah tersimpan.
Déjà Vu Masih Terus Dipelajari
Meskipun déjà vu sudah lama dikenal, mekanisme persis di balik fenomena tersebut masih menjadi bahan penelitian.
Para peneliti terus mempelajari hubungan antara déjà vu dengan sistem memori, pengenalan, perhatian, dan aktivitas otak untuk memahami bagaimana sensasi familiar tersebut bisa muncul.
Jadi, ketika suatu hari kamu tiba-tiba merasa "aku kayak pernah mengalami ini sebelumnya", belum tentu kamu sedang mengingat kejadian yang benar-benar pernah terjadi. Bisa saja otak sedang melakukan proses pengenalan yang membuat pengalaman baru terasa sangat familiar.
Déjà vu menjadi salah satu contoh menarik tentang bagaimana otak manusia memproses ingatan dan pengalaman sehari-hari.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!