Jerome Polin Sentil Pejabat yang Sebut Kalimantan Aman di Tengah Kabut Asap Karhutla
JAKARTA, GENVOICE.ID - Jerome Polin melontarkan kritik terhadap sejumlah gubernur di Kalimantan yang menyebut wilayahnya masih dalam kondisi baik-baik saja di tengah bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia juga mempertanyakan sikap para pejabat yang menilai situasi tersebut belum memenuhi alasan untuk ditetapkan sebagai bencana nasional.
Melalui pernyataannya di media sosial, Jerome menilai sejumlah pejabat tidak merasakan langsung penderitaan masyarakat yang terdampak kabut asap. Ia menyayangkan sikap tersebut karena warga harus menghadapi dampak kebakaran dalam kehidupan sehari-hari.
"Mereka bisa berkata begitu ya karena mereka kabur. Mereka tidak tinggal di sana dan tidak merasakan penderitaan warganya. Warga Kalimantan mungkin sehari-hari pakai tabung oksigen dengan bejibun air purifier. Sudahlah nirempati, inkompeten, jahat pula!" tulis Jerome.
Ia juga menyoroti pentingnya pejabat memahami kondisi masyarakat secara langsung. Menurut Jerome, salah satu cara untuk mendorong pejabat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik adalah mencabut fasilitas dan hak istimewa yang mereka nikmati agar dapat merasakan kesulitan yang dihadapi warga.
Jerome turut menyindir pejabat yang dinilai tidak memberikan perhatian memadai terhadap penanganan karhutla. Ia menilai, kondisi tersebut dapat terjadi ketika para pemimpin tidak merasakan langsung dampak bencana yang dialami masyarakat.
"Enggak perlu bertindak ekstra buat memadamkan kebakaran hutan karena enggak merasakan dampaknya. Lebih parahnya, ada gubernur yang malah kabur (ke luar negeri) di tengah permasalahan karhutla," ujarnya.
Jerome menegaskan bahwa empati terhadap masyarakat seharusnya menjadi bagian penting dari tanggung jawab pejabat publik. Dengan memahami penderitaan warga, para pemimpin diharapkan dapat berupaya lebih serius dalam menangani persoalan yang terjadi di daerahnya.
Kritik Jerome tersebut mendapat beragam tanggapan dari warganet. Aktris Audi Marissa turut menyampaikan kekecewaannya terhadap pernyataan pejabat yang menyebut kondisi Kalimantan masih aman di tengah kabut asap.
"Sakit hati banget setiap pejabat-pejabat itu bilang kalau di sana masih aman-aman saja. Padahal kenyataannya lebih parah. Kok bisa ada orang yang jahat begitu. Sudah banyak korban pun masih dibilang aman," tulis Audi.
Warganet lainnya juga menyoroti kabar mengenai seorang gubernur yang disebut menonton balapan Formula 1 (F1) di Singapura ketika persoalan karhutla masih menjadi perhatian. Ada pula komentar yang menyebut keluarga pejabat daerah diduga berada di Jakarta di tengah situasi tersebut.
Gelombang kritik ini memperlihatkan besarnya perhatian publik terhadap penanganan karhutla di Kalimantan, terutama terkait respons pemerintah daerah dan kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!