Daftar 5 Masjid Terbesar dan Termegah di Asia Tenggara, dari Istiqlal Hingga Masjid Berkubah Emas Brunei
Menjelajahi keindahan arsitektur dan nilai sejarah masjid-masjid ikonik dari Jakarta, Aceh, Semarang, Kuala Lumpur, hingga Brunei Darussalam.
JAKARTA, GENVOICE.ID -Kawasan Asia Tenggara tidak hanya kaya akan keberagaman budaya, tetapi juga menjadi rumah bagi jutaan umat Muslim. Hal ini tecermin dari megahnya bangunan-bangunan masjid yang berdiri di berbagai negara kawasan ini.
Lebih dari sekadar tempat ibadah, rumah ibadah ini hadir sebagai mahakarya arsitektur bernilai sejarah tinggi, simbol kemerdekaan, hingga wujud toleransi antarumat beragama. Berikut adalah lima masjid terbesar dan paling ikonik di Asia Tenggara, tiga di antaranya berada di Indonesia dengan keindahan arsitektur yang sangat memukau:
1. Masjid Istiqlal (Jakarta, Indonesia)
Berada di pusat kota Jakarta, Masjid Istiqlal memegang predikat sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara dengan daya tampung mencapai lebih dari 200.000 jemaah. Didirikan sejak 1961 dan diresmikan pada 1978 di atas lahan sekitar 10 hektar, masjid bernuansa modern minimalis ini sarat akan nilai filosofis.
Kubah utamanya yang berdiameter 45 meter melambangkan tahun kemerdekaan RI, ditopang 12 tiang utama yang merujuk pada tanggal kelahiran Nabi Muhammad. Posisinya yang berhadapan langsung dengan Gereja Katedral Jakarta menjadikannya simbol harmoni dan toleransi beragama di Indonesia.
2. Masjid Raya Baiturrahman (Banda Aceh, Indonesia)
Berdiri anggun di pusat Kota Banda Aceh, masjid ini merupakan simbol sejarah dan ketangguhan masyarakat Aceh. Didirikan awal oleh Sultan Iskandar Muda pada 1612, bangunan bertema arsitektur Mughal India ini sempat dibangun kembali oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1877 usai terbakar.
Kini, kawasan masjid telah diperluas hingga mampu menampung 30.000 jemaah, lengkap dengan 7 kubah, 5 menara, serta payung hidrolik raksasa bergaya Masjid Nabawi di pelatarannya. Masjid ini juga menjadi saksi mukjizat saat tetap berdiri kokoh sewaktu diterjang gelombang tsunami 2004.
3. Masjid Agung Jawa Tengah (Semarang, Indonesia)
Berlokasi di Jalan Gajah Raya, Semarang, masjid ini diresmikan pada tahun 2006 dan berdiri di atas lahan seluas 10 hektar dengan kapasitas hingga 15.000 jemaah.
Daya tarik utamanya terletak pada kombinasi arsitektur tiga budaya: gaya tradisional Jawa pada ornamen tiang, nuansa Arab melalui kaligrafi dan 6 payung hidrolik otomatis di pelataran, serta pengaruh gaya Romawi pada desain interiornya. Masjid ini juga dilengkapi menara pandang Asmaul Husna setinggi 99 meter.
4. Masjid Nasional / Masjid Negara (Kuala Lumpur, Malaysia)
Diresmikan pada tahun 1965 di atas lahan seluas 5,3 hektar, Masjid Negara Malaysia hadir sebagai simbol persatuan dan kemerdekaan bangsa.
Bangunan yang berkapasitas 15.000 jemaah ini tampil dengan konsep modernis yang unik, ditandai oleh atap utama berbentuk payung terbuka berlipat 16 yang melambangkan payung kerajaan dan negara bagian Malaysia. Lanskapnya makin indah dengan keberadaan menara setinggi 73 meter serta kolam refleksi yang membingkai area masjid.
5. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien (Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam)
Menjadi salah satu ikon arsitektur paling menawan di kawasan Asia Pasifik, masjid yang diresmikan pada 1958 ini memadukan keindahan gaya arsitektur Mughal India dan Italia.
Meski berkapasitas sekitar 3.000 jemaah, masjid ini sangat menonjol berkat kubah utamanya yang dilapisi emas murni serta menara marmer setinggi 52 meter. Keindahannya kian sempurna karena dibangun di atas laguna buatan dengan replika mahligai kapal kerajaan yang mengapung di atas air.
Kelima masjid ini membuktikan bahwa arsitektur Islam di Asia Tenggara mampu memadukan nilai keagamaan, nilai estetika, dan sejarah lokal secara harmonis.
Mulai dari megahnya Masjid Istiqlal hingga pesona Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien, deretan rumah ibadah ini bukan hanya tempat suci bagi umat Islam, melainkan juga warisan budaya dan kebanggaan nasional bagi masing-masing negara.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!