Bolu Tjilaki 9 Ribut soal 250 Piring Hilang, Netizen Sentil: Piringnya Diambil Koar-koar, Jalan Orang Diambil!
Piring saji khas Bolu Tjilaki 9 yang semula berjumlah sekitar 300 buah kini tersisa maksimal 50 buah. Di tengah ramai pembahasan, sejumlah pengguna Threads turut menyinggung persoalan akses jalan yang dikaitkan dengan BMB Canteen.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Bolu Tjilaki 9, salah satu toko oleh-oleh khas Bandung, menjadi sorotan setelah mengungkap kehilangan sekitar 250 piring saji miliknya. Melalui unggahan di media sosial, pihak toko meminta konsumen yang membawa pulang piring tersebut, baik sengaja maupun tidak, agar segera mengembalikannya.
Informasi kehilangan piring saji itu ramai dibicarakan setelah akun X @txtruangpodcast membagikan unggahan pada Minggu (11/10/2026). Unggahan tersebut memuat tangkapan layar Instagram Story dari akun @hedirusdian yang menjelaskan bahwa jumlah piring saji Bolu Tjilaki 9 mengalami penyusutan drastis.
Dalam unggahan tersebut, pihak Bolu Tjilaki 9 menyebut stok piring yang awalnya mencapai sekitar 300 buah kini hanya tersisa tidak lebih dari 50 buah. Artinya, terdapat sekitar 250 piring yang tidak lagi berada dalam persediaan mereka.
"Kepada customer @tjilaki9 yang tercinta. Cuma mau bilang, stok piring kami yang awalnya sekitar '300 pcs', sekarang hanya tersisa tidak lebih dari '50 pcs'. Hilang sekitar 250 pcs," tulis pihak toko dalam unggahannya.
Piring tersebut bukan sekadar perlengkapan untuk menyajikan makanan, tetapi juga memiliki ciri khas tersendiri. Piring kecil bercorak merah dengan gambar rumah itu menjadi bagian dari pengalaman pelanggan saat menikmati sajian Bolu Tjilaki 9.
Karena itu, pihak toko meminta pelanggan yang masih menyimpan piring tersebut di rumah untuk mengembalikannya. Permintaan tersebut ditujukan kepada siapa pun yang membawa piring, baik karena sengaja maupun tidak menyadari bahwa perlengkapan itu ikut terbawa.
"Saya mohon jika ada yang membawa piring Tjilaki pulang, baik disengaja atau tidak, mohon segera mengembalikan ya," tulisnya.
Pihak toko juga mengingatkan bahwa membawa pulang barang milik orang lain bukanlah tindakan yang semestinya dilakukan. Mereka berharap sekitar 250 piring yang hilang bisa dikembalikan agar perlengkapan saji tersebut dapat digunakan kembali sebagaimana mestinya.
Netizen Singgung BMB Canteen
Di tengah ramainya pembahasan mengenai piring Bolu Tjilaki 9, sejumlah pengguna Threads turut menyampaikan komentar yang menyinggung persoalan lain. Salah satunya datang dari akun @tiffanybunardi yang menyoroti kontras antara permintaan pengembalian piring dan keluhan masyarakat mengenai akses jalan.
"Piringnya diambil koar koar
Ngambil jalann org kok km ga dengerin org ngeluhh jalannya diambil :(" tulis akun tersebut.
Komentar itu kemudian menyinggung persoalan akses jalan yang disebut berkaitan dengan BMB Canteen. Namun, komentar tersebut merupakan tanggapan pengguna media sosial dan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya hubungan langsung antara kehilangan piring dengan persoalan jalan yang dimaksud.
Akun Threads @balsahad_ juga mengungkapkan keluhan mengenai perubahan arus lalu lintas di depan BMB Canteen. Menurut unggahannya, jalan yang selama puluhan tahun digunakan untuk dua arah kini menjadi satu arah, sementara bahu jalan disebut digunakan sebagai area parkir liar.
"jalan depan BMBCANTEEN udah puluhan tahun 2 arah dan daerah sepi, skrg jadi 1 arah dan bahu jalannya dijadikan parkir liar oleh BMBCANTEEN, warga sekitar mau pulang ke daerah tsb harus muter lagi ke arah atas, akses ke blokir beton yg ditutup jadi 1 arah," tulis akun tersebut.
Keluhan itu menggambarkan pengalaman pengguna media sosial yang merasa akses menuju kawasan tempat tinggalnya menjadi lebih sulit setelah perubahan arus jalan. Meski begitu, keterangan tersebut masih berupa klaim dari pengguna Threads dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Tjilaki 9 dan BMB Canteen Disebut Satu Grup
Pembahasan di media sosial juga mengaitkan Bolu Tjilaki 9 dengan BMB Canteen yang disebut berada dalam satu grup usaha. Informasi mengenai keterkaitan keduanya menjadi konteks yang membuat komentar soal piring dan keluhan akses jalan muncul dalam percakapan yang sama.
Meski demikian, kehilangan piring saji dan keluhan mengenai akses jalan merupakan dua persoalan berbeda. Hingga informasi dalam materi ini disusun, belum terdapat keterangan yang memastikan adanya hubungan langsung antara kedua persoalan tersebut.
Ramainya respons warganet menunjukkan bagaimana sebuah unggahan mengenai perlengkapan restoran yang hilang dapat berkembang menjadi pembahasan lebih luas ketika dikaitkan dengan keluhan lain. Sementara itu, pihak Bolu Tjilaki 9 tetap meminta pelanggan yang masih menyimpan piring saji mereka untuk mengembalikannya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!