Tembus 2 Juta Penonton, Film 'Alas Roban' Jadi Fenomena Horor Awal 2026

Tembus 2 Juta Penonton, Film 'Alas Roban' Jadi Fenomena Horor Awal 2026
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Industri perfilman Indonesia mencatat pencapaian kuat di awal 2026 lewat film horor-drama "Alas Roban". Sejak tayang perdana pada 15 Januari 2026, film ini berhasil menarik lebih dari 2 juta penonton ke bioskop, menjadikannya salah satu film terlaris nasional dalam waktu singkat.

"Alas Roban" merupakan karya terbaru sutradara Hadrah Daeng Ratu yang diproduksi Unlimited Production. Film ini mengangkat kisah urban legend jalur Alas Roban di Jawa Tengah, lokasi yang selama bertahun-tahun dikenal masyarakat sebagai kawasan angker dan sarat cerita mistis. Tema tersebut dinilai dekat dengan memori kolektif publik, sehingga mudah membangun rasa penasaran penonton.

Dibintangi Michelle Ziudith dan Rio Dewanto, film ini memadukan horor psikologis dengan drama keluarga. Michelle Ziudith memerankan Sita, seorang ibu tunggal yang harus berjuang menyelamatkan putrinya setelah bus yang mereka tumpangi mengalami gangguan misterius di tengah hutan Alas Roban. Rio Dewanto tampil sebagai karakter kunci yang memperkuat konflik emosional dan ketegangan cerita.

Keberhasilan "Alas Roban" di box office nasional tidak lepas dari respons positif penonton sejak hari-hari awal penayangan. Di media sosial, banyak penonton memuji atmosfer mencekam yang dibangun melalui visual gelap, tata suara intens, serta penggunaan musik latar yang memperkuat nuansa horor. Unsur drama yang kuat juga dinilai memberi kedalaman emosional, membuat film ini tidak hanya mengandalkan jumpscare semata.

Dari sisi promosi, strategi pemasaran yang konsisten turut berperan besar. Materi teaser, trailer, hingga interaksi para pemain di berbagai platform digital berhasil menjaga percakapan publik seputar film ini tetap hidup selama masa tayang.

Capaian 2 juta penonton ini dipandang sebagai sinyal positif bagi perfilman Indonesia sepanjang 2026. Kesuksesan "Alas Roban" menunjukkan bahwa film horor dengan cerita yang kuat dan pendekatan lokal masih memiliki daya tarik besar di pasar domestik, sekaligus membuka peluang lahirnya karya-karya baru yang berani mengeksplorasi mitos dan budaya Indonesia.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE