Band Asal Jakarta Lazim Lepas Single Sinis, Ledakan Amarah dan Pencarian Jati Diri

Band Asal Jakarta Lazim Lepas Single Sinis, Ledakan Amarah dan Pencarian Jati Diri
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Band asal Cibubur, Jakarta Timur, Lazim, baru aja ngerilis single terbaru mereka yang berjudul "Sinis" pada Minggu (9/3). Lagu ini jadi medium eksplorasi amarah, konflik batin, dan perjalanan mencari jati diri, terutama dalam hubungan antara rumah dan identitas diri.

Lazim ngemas "Sinis" dengan nuansa punk Britania Raya yang dibalut sentuhan rock Indonesia era 90-an hingga awal 2000-an. Sebagai band dengan jiwa pekerja keras, Lazim nggak cuma mau bikin panggung makin panas, tapi juga menyuarakan perjuangan anak-anak suburban yang berusaha bertahan di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern.

"Sinis lahir dari sesi jamming di studio kecil di Jakarta, berkembang dari melodi sederhana jadi komposisi penuh emosi. Lagu ini ngangkat realitas yang dialami banyak orang, khususnya mereka yang lagi ngalamin krisis seperempat abad-fase penuh keraguan dan pencarian identitas," tulis Lazim dalam keterangannya, Senin (10/3).

"Lazim dengan jujur nyorotin amarah yang muncul dari dilema universal: ngikutin aturan atau tetap setia sama prinsip sendiri. Dengan nuansa musik yang gelap, Sinis ngasih lirik lugas dan penuh pesimisme yang bikin pendengar merenung, seolah-olah mereka lagi ngelihat rumah lama yang udah lama nggak dikunjungi," tambah mereka.

Dari sisi musikalitas, Lazim nge-blend shoegaze dan grunge di gitar, post-punk di bass, dan drum serta vokal yang ngebawa semangat rock Indonesia awal 2000-an. Proses rekaman single ini berlangsung di Palm House Studio, Pejaten, Jakarta Selatan, tempat lahirnya karya Kelompok Penerbang Roket, The Panturas, dan Kalulla.

Buat mixing dan mastering, Lazim percayain proyek ini ke Firas Aditya, yang juga dikenal sebagai personel band Rachun. Hasilnya? Sinis berhasil ngehadirin vibes punk Dublin ala Fontaines D.C. dan The Murder Capital, tapi tetap ada sentuhan khas Indonesia yang mengingatkan pada Koil dan Slank.

Dari segi visual, Lazim ngajak ilustrator Jakarta, commonsssense, buat bikin cover art. Dia ngegabungin rutinitasnya sebagai komuter dan pengalaman personalnya yang relate banget sama lirik lagu ini sebagai inspirasi utama. Artwork-nya sendiri dieksekusi pakai mix media, ngombinasikan coretan pena di kertas dengan sentuhan digital yang sengaja dibuat berantakan-ngewakilin kekacauan hidup yang nggak bisa dihindari.

Sinis jadi gerbang pertama menuju album debut Lazim. Sambil nunggu full albumnya rampung, mereka bakal ngerilis lagu-lagu lain sepanjang tahun ini.

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE