Profil Jampidsus Febrie Adriansyah, Petinggi Kejagung yang Rumahnya Digeledah hingga Disita 74 Kg Emas dan Uang Ratusan Miliar

Rekam Jejak Karier Febrie Adriansyah: Dari Jambi hingga Jadi Jampidsus Kejagung

Profil Jampidsus Febrie Adriansyah, Petinggi Kejagung yang Rumahnya Digeledah hingga Disita 74 Kg Emas dan Uang Ratusan Miliar
Penggeledahan diduga rumah milik Jampidsus Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, di Sentul. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Sosok Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, kini tengah menjadi pusat perhatian publik.

Nama jenderal bintang tiga di korps kejaksaan ini mencuat setelah sebuah rumah mewah yang diduga miliknya di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, digeledah oleh tim gabungan kepolisian pada Rabu (8/7/2026).

Dalam operasi besar tersebut, petugas menemukan brankas rahasia berisi emas batangan seberat 74 kilogram serta tumpukan uang asing senilai ratusan miliar rupiah.

Sebelum namanya terseret dalam pusaran penggeledahan ini, Febrie Adriansyah dikenal sebagai salah satu jaksa tangguh yang memimpin pembongkaran berbagai megakorupsi di Indonesia.

Pria yang menjabat sebagai Jampidsus sejak 10 Januari 2022 ini merupakan lulusan Sarjana Hukum dari Universitas Jambi dan pemegang gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Airlangga.

Sepanjang kariernya, Febrie memiliki rekam jejak yang panjang di dunia hukum. Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Asisten Pidana Khusus Kejati Jawa Timur, hingga Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada tahun 2021 sebelum akhirnya dipromosikan menjadi Jampidsus Kejagung.

Bongkar Brankas Tersembunyi Berisi Emas dan Dolar

Penggeledahan di kediaman Sentul tersebut mengejutkan petugas lantaran ditemukannya sebuah pintu rahasia. Di balik pintu tersembunyi itu, terdapat brankas besar yang menyimpan logam mulia seberat 74 kilogram serta mata uang asing berupa Dolar Amerika Serikat (USD) dan Dolar Singapura (SGD) yang disimpan di dalam koper serta kantong kain (dustbag) bermerek fesyen mewah.

"Iya betul, ditemukan emas dan uang. Perkiraan ratusan miliar rupiah," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

Pasca-penggeledahan dan penyitaan fantastis ini, situasi di sekitar rumah mewah di Sentul tersebut dilaporkan mendapat pengawalan dan penjagaan ketat dari personel TNI.

Rentetan Penggeledahan dan Gurita Kasus Korupsi

Aksi penggeledahan rumah di Sentul ini merupakan kelanjutan dari operasi sebelumnya di Jakarta Selatan. Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Kortastipidkor Polri sebelumnya telah menyita uang tunai Rp60 miliar dari sebuah brankas tersembunyi di balik dinding Cafe de'Clan Signature Cipete, serta Rp7,2 miliar dari sebuah money changer.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor Dean Mackbon, menjelaskan bahwa serangkaian penggeledahan ini dilakukan untuk mengusut dugaan tindak pidana korupsi, pencucian uang (TPPU), dan penyuapan. Kasus-kasus tersebut berkaitan dengan proses penanganan hukum PT Asabri dan Asuransi Jiwasraya periode 2020-2025, dugaan korupsi batu bara PLN, serta sengketa keuangan melibatkan anak perusahaan Krakatau Steel.

Hingga saat ini, pihak Kejaksaan Agung maupun Febrie Adriansyah belum memberikan pernyataan resmi terkait penggeledahan rumah di Sentul serta kepemilikan barang bukti bernilai fantastis tersebut. Kasus ini pun memicu sorotan tajam karena melibatkan salah satu petinggi penegak hukum tertinggi yang selama ini justru dikenal sebagai panglima pemberantasan korupsi.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE