JAKARTA, GENVOICE.ID - Buat kalian pemilik mobil matik, oli transmisi itu nyawa dari sistem transmisi otomatis.
Kalau jarang diganti, bahaya mengintai, terutama jika sering terjebak macet seperti di Jakarta.
Menurut Apuy, Owner spesialis transmisi matik Sakira Abadi Motor, Tangerang, gejala yang muncul akibat oli transmisi jarang diganti antara lain:
-
Transmisi terasa kasar saat diganti gigi.
-
Gejala jedug saat mobil berjalan, terutama saat akselerasi.
Penyebabnya karena komponen hydrolic control unit yang mengontrol tekanan oli untuk transmisi otomatis bekerja lebih berat. Jika oli kotor atau ada endapan, sistem hidrolik ini tidak bekerja optimal. Oli yang jarang diganti cenderung menimbulkan endapan dan residu, sehingga transmisi otomatis tidak bisa bekerja halus dan efisien.
Tips menjaga transmisi matik:
-
Rutin mengganti oli transmisi sesuai rekomendasi pabrikan.
-
Periksa kualitas oli secara berkala, pastikan warnanya bersih dan tidak berbau hangus.
-
Hindari kebiasaan macet panjang tanpa perawatan, karena panas berlebih bisa mempercepat kerusakan oli dan komponen transmisi.
Dengan perawatan oli yang tepat, transmisi matik mobil bekas kalian bisa tetap halus, awet, dan bebas dari gejala jedug.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!