Geger! Raksasa Teknologi Ini Alami Kebocoran Data Pengguna Akibat Serangan Vishing
JAKARTA, GENVOICE.ID - Cisco, raksasa teknologi jaringan asal AS, mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa pihaknya telah mengalami pelanggaran data setelah seorang peretas berhasil mengecoh perwakilan perusahaan melalui serangan vishing,yaitu serangan sosial rekayasa melalui panggilan suara.
Dilansir dari Tech Crunch, dalam pernyataan resminya, Cisco menyebut bahwa pelanggaran ini terdeteksi pada 24 Juli 2025, dan mengungkap bahwa pelaku berhasil mengakses serta mengekspor sebagian data pengguna dari sistem Customer Relationship Management (CRM) milik pihak ketiga yang berbasis cloud.
Menurut Cisco, data yang berhasil dicuri meliputi:
-
Nama pengguna
-
Nama organisasi
-
Alamat
-
User ID yang diberikan oleh Cisco
-
Alamat email
-
Nomor telepon
-
Metadata terkait akun (termasuk tanggal pembuatan akun)
Perusahaan tidak mengungkap secara rinci jumlah pengguna yang terdampak, dan saat dihubungi oleh TechCrunch untuk klarifikasi, juru bicara Cisco belum memberikan tanggapan.
Walau Cisco tidak secara eksplisit menyebut platform CRM mana yang digunakan, laporan dari Bleeping Computer mengaitkan insiden ini dengan rangkaian serangan serupa yang menargetkan data Salesforce milik berbagai perusahaan besar lainnya.
Beberapa korban terdahulu dalam serangan serupa termasuk:
-
Allianz Life (perusahaan asuransi asal AS)
-
Tiffany & Co. (ritel barang mewah)
-
Qantas (maskapai nasional Australia)
Salesforce, perusahaan penyedia layanan CRM berbasis cloud, telah mengonfirmasi bahwa Cisco merupakan salah satu pelanggannya.
Insiden ini menjadi pengingat serius terhadap ancaman vishing,teknik rekayasa sosial yang kian populer, di mana penyerang memanfaatkan komunikasi suara untuk mendapatkan kredensial atau akses dari target yang dipercaya. Dalam kasus ini, pelaku berhasil memanipulasi karyawan Cisco untuk membuka jalan ke sistem internal yang menyimpan data pengguna.
Cisco menyatakan telah mengamankan titik masuk yang digunakan pelaku dan kini tengah melakukan investigasi menyeluruh. Namun, hingga berita ini diturunkan, perusahaan belum mengumumkan apakah pengguna yang terdampak akan diberi pemberitahuan langsung atau perlindungan tambahan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!