Gaya Viking Row Viral di Piala Dunia 2026, Ini Makna dan Sejarahnya

Gaya Viking Row Viral di Piala Dunia 2026, Ini Makna dan Sejarahnya
- (Dok. NY Times).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan aksi memukau di atas lapangan, tetapi juga melahirkan fenomena baru di tribun penonton. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Viking Row, selebrasi khas suporter Norwegia yang kini viral dan diikuti banyak orang di berbagai belahan dunia.

Tradisi tersebut kembali menjadi sorotan saat Norwegia menghadapi Pantai Gading pada babak 32 besar di Stadion AT&T, Arlington, Selasa (30/6) waktu setempat. Dukungan penuh dari para suporter mengiringi kemenangan 2-1 yang membawa Erling Haaland dan rekan-rekannya melaju ke babak berikutnya.

Viking Row dilakukan secara kompak oleh ribuan pendukung. Dipandu seorang capo di tribun dengan iringan tabuhan drum, para suporter bergerak serempak menirukan gerakan mendayung sambil meneriakkan yel-yel khas yang menggema di seluruh stadion.

Selebrasi itu sebelumnya juga dilakukan para pemain Norwegia setelah memastikan tiket ke fase gugur usai mengalahkan Senegal. Kapten Martin Odegaard memimpin perayaan dengan menabuh drum, sementara seorang suporter meniup terompet tanduk khas Viking. Para pemain kemudian bergabung dengan pendukung di tribun melakukan gerakan mendayung bersama.

Momen tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan mendapat banyak pujian dari pencinta sepak bola dunia. Tak sedikit yang menganggap Viking Row sebagai salah satu selebrasi suporter paling ikonik sepanjang Piala Dunia 2026.

Demam Viking Row bahkan meluas jauh dari stadion. Di Times Square, New York, sekelompok pendukung Norwegia terlihat duduk bersama di ruang publik sambil melakukan gerakan mendayung secara serempak.

Fenomena itu juga merambah berbagai tempat lain. Sejumlah tenaga medis melakukan Viking Row di sela pekerjaan mereka sebagai bentuk dukungan kepada tim nasional. Di Norwegia, anggota parlemen pun ikut meramaikan tren tersebut dengan melakukan gerakan serupa di ruang sidang.

Di media sosial, video-video Viking Row bermunculan dari berbagai lokasi, mulai dari eskalator, taman kota, jalanan, hingga kebun. Banyak warga mengenakan jersey atau membawa bendera Norwegia saat mengikuti tren tersebut, membuatnya berkembang menjadi simbol kebersamaan masyarakat.

Di balik popularitasnya, Viking Row memiliki makna historis yang kuat. Tradisi ini terinspirasi dari bangsa Viking, pelaut Nordik yang hidup sekitar abad ke-8 hingga ke-11. Gerakan mendayung bersama menggambarkan cara para pelaut Viking mengayuh kapal panjang atau longship saat menjelajahi lautan untuk berdagang, berlayar, maupun berperang.

Melalui Piala Dunia 2026, budaya tersebut kini dikenal lebih luas oleh publik internasional. Dengan populasi sekitar 5,6 juta jiwa, Norwegia berhasil mencuri perhatian dunia bukan hanya lewat performa tim nasionalnya, tetapi juga melalui budaya suporter yang kompak, unik, dan sarat makna sejarah.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE