OST Laut Bercerita, Efek Rumah Kaca Rilis 'Matilah Kau Mati' Adaptasi Puisi Leila S. Chudori
JAKARTA, GENVOICE.ID - Efek Rumah Kaca kembali menghadirkan karya baru melalui lagu "Matilah Kau Mati" yang didapuk sebagai original soundtrack (OST) film Laut Bercerita. Lagu tersebut diadaptasi dari puisi yang terdapat dalam novel karya Leila S. Chudori dan menjadi bagian penting dalam perjalanan emosional film.
Film Laut Bercerita menjadi proyek perdana rumah produksi Pal8 Pictures yang disutradarai Yosep Anggi Noen. Dalam penggarapan lagu ini, Efek Rumah Kaca juga berkolaborasi dengan Knogg untuk menghadirkan warna musik yang lebih kaya tanpa meninggalkan ciri khas band tersebut.
Lirik lagu ditulis oleh Leila S. Chudori, Sutardji Calzoum Bachri, dan vokalis Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud. Sementara itu, Knogg atau Angan Senja berperan sebagai penata aransemen sekaligus produser musik bersama Cholil.
Diadaptasi dari Puisi dalam Novel
Lagu "Matilah Kau Mati" menghadirkan nuansa minimalis melalui perpaduan gitar, electric piano, dan synthesizer. Sentuhan tersebut dipadukan dengan karakter vokal khas Cholil Mahmud yang menghadirkan suasana liris sekaligus penuh harapan.
Menurut Cholil, lagu ini dibuat untuk memperkuat pesan yang telah lebih dulu hadir dalam novel maupun film Laut Bercerita.
"Lagu Matilah Kau Mati ingin menggandakan semangat yang sudah ada di dalam film dan novelnya. Bahwa semangat baik sebenarnya bertebaran di banyak tempat dan menghasilkan sesuatu yang baik juga, asalkan mau mengubah dan mentransformasikannya," ujar Cholil Mahmud, Jumat (31/7/2026).
Proses kreatif lagu bermula ketika Leila S. Chudori menawarkan puisi berjudul Di Hari Kematianku kepada Cholil. Puisi tersebut kemudian dikembangkan menggunakan sejumlah demo musik yang sebelumnya telah dipersiapkan.
Sentuhan Elektronik Perkuat Nuansa Lagu
Dalam proses aransemen, Knogg menambahkan unsur synthesizer dan musik elektronik untuk memberikan dinamika yang lebih kuat, terutama pada bagian chorus.
Menurutnya, suara synthesizer yang dibuat lebih tajam dan terdistorsi dipilih untuk membangun ketegangan emosional sepanjang lagu.
"Instrumen yang ingin saya tonjolkan adalah suara synth yang tajam. Menjadi terdistorsi, itu ada di bagian chorus lagunya," kata Knogg.
Selain itu, Leila juga memasukkan larik ikonik "Matilah Kau Mati, Kau Akan Lahir Berkali-kali" ke dalam lirik lagu. Kalimat karya penyair Sutardji Calzoum Bachri tersebut menjadi salah satu simbol penting dalam novel Laut Bercerita.
Bagi Leila, larik tersebut menggambarkan keberanian yang tidak pernah benar-benar padam meski terus mendapat tekanan. Pesan itu kemudian menjadi fondasi utama dalam penyusunan lirik soundtrack ini.
Jadi Pembuka Menuju Penayangan Film
Knogg mengaku banyak terinspirasi dari karya-karya Efek Rumah Kaca saat menyusun aransemen lagu. Ia ingin menghadirkan semangat perlawanan sekaligus kebebasan bersuara melalui perkembangan dinamika musik hingga bagian akhir.
Film Laut Bercerita dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada Oktober 2026. Film produksi Pal8 Pictures tersebut dibintangi sejumlah aktor ternama seperti Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, dan pemain lainnya.
Sementara itu, lagu "Matilah Kau Mati" telah resmi dirilis di seluruh platform streaming digital sejak 31 Juli 2026. Kehadirannya menjadi pembuka sebelum kisah Laut Bercerita hadir di layar lebar tahun ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!