Sering Minum Teh Usai Makan? Waspadai Efek Buruknya bagi Penyerapan Nutrisi Tubuh

Ancaman Tanin dan Kafein Terhadap Nutrisi Makanan

Sering Minum Teh Usai Makan? Waspadai Efek Buruknya bagi Penyerapan Nutrisi Tubuh
Ilustrasi es teh. - (Dok. freepik.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Kebiasaan minum teh usai makan, baik es teh manis maupun teh hangat, ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa disepelekan.

Menurut pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kandungan tanin dan kafein dalam teh dapat menghambat penyerapan nutrisi penting seperti zat besi, kalsium, dan zinc hingga 37 persen.

Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini tidak hanya memicu gangguan lambung dan nyeri ulu hati, tetapi juga meningkatkan risiko anemia serta gangguan gula darah.

Simak penjelasan lengkap mengenai waktu ideal minum teh yang benar, dampak buruknya bagi metabolisme tubuh, hingga alternatif minuman sehat yang disarankan oleh ahli dalam artikel ini.

Kandungan Tanin dan Kafein: Penghambat Nutrisi

Kepala PR Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Sofa Fajriah, menjelaskan bahwa teh mengandung dua zat utama, yaitu tanin dan kafein. Kedua zat ini memiliki sifat kimia yang dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi penting dari makanan yang baru saja dikonsumsi.

Dampak buruk akan semakin nyata jika teh yang dikonsumsi mengandung banyak gula tambahan. Berikut adalah beberapa risiko kesehatan yang mengintai:

  • Hambatan Zat Besi: Tanin dapat menurunkan penyerapan zat besi dari sumber nabati (seperti tahu, tempe, dan sayuran) hingga 37 persen.

  • Gangguan Mineral: Selain zat besi, penyerapan kalsium dan zinc juga akan terganggu.

  • Masalah Pencernaan: Memicu nyeri ulu hati, kembung, dan ketidaknyamanan pada lambung.

  • Risiko Penyakit Kronis: Kebiasaan jangka panjang dapat memicu anemia, gangguan gula darah, hingga obesitas.

Aturan Waktu Minum Teh yang Ideal

Agar tetap bisa mendapatkan manfaat kesehatan dari teh tanpa merusak nutrisi makanan, para ahli menyarankan pengaturan waktu yang tepat:

  1. Setelah Makan: Beri jeda minimal satu jam setelah makan agar proses penyerapan zat besi tidak terganggu.

  2. Sebelum Makan: Teh bisa dikonsumsi 30 menit sebelum makan untuk membantu hidrasi dan mengontrol nafsu makan.

  3. Batasi Konsumsi: Takaran yang dianjurkan adalah maksimal 2 hingga 3 gelas per hari.

Sisi Positif Teh Jika Dikonsumsi dengan Bijak

Meskipun memiliki efek samping jika diminum di waktu yang salah, teh tetap memiliki manfaat luar biasa. Kandungan katekin dan flavonoid di dalamnya sangat baik untuk kesehatan jantung dan metabolisme lemak. Teh juga berperan sebagai antioksidan yang mengurangi stres oksidatif dalam tubuh.

Sofa Fajriah menekankan pentingnya kesadaran diri dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Dengan memahami takaran dan waktu yang pas, teh bisa menjadi sumber kesehatan, bukan ancaman bagi metabolisme tubuh.

Pada akhirnya, teh tetaplah minuman kesehatan yang kaya akan antioksidan asalkan dikonsumsi dengan cara dan waktu yang benar.

Dengan memberikan jeda minimal satu jam setelah makan, Gen tetap bisa menikmati kesegaran teh tanpa harus mengorbankan nutrisi penting bagi tubuh. Mari mulai langkah kecil menuju hidup yang lebih sehat dengan lebih bijak mengatur waktu minum kita setiap hari.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE