Berawal dari Thread yang Viral, Kisah Ini Bakal Jadi Film Horror yang Menegangkan!

Berawal dari Thread yang Viral, Kisah Ini Bakal Jadi Film Horror yang Menegangkan!
- (Dok. Retno Prayudati).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Industri film Indonesia kembali kedatangan proyek yang menarik perhatian, bukan hanya dari sisi cerita, tapi juga cara di balik pembuatannya.

Film berjudul Pemikat Jiwa menjadi perbincangan karena membawa dua hal sekaligus: kisah yang sudah viral dan pendekatan pendanaan yang terbilang tidak biasa.

Proyek ini merupakan film kedua yang digarap SHOW Token sebagai executive producer, setelah sebelumnya sukses lewat film Cerita Lila. Keseriusan mereka di industri perfilman Indonesia bukan sekadar coba-coba. Ada komitmen besar yang dibawa, termasuk alokasi dana global yang mencapai 100 juta dolar untuk kawasan Asia Tenggara.

Kehadiran Pemikat Jiwa juga menandai langkah lanjutan SHOW Token setelah resmi masuk ke Indonesia melalui platform Mobee. Mereka langsung tancap gas dengan menggandeng Makara Production sebagai rumah produksi utama. Kolaborasi ini jadi bagian penting dalam membangun jembatan antara teknologi modern dan industri kreatif lokal.

Yang membuat film ini semakin menarik adalah sumber ceritanya. Pemikat Jiwa diangkat dari thread viral di platform X karya Nuugro Agung yang telah dibaca jutaan kali. Cerita yang awalnya hanya dinikmati di media sosial kini diolah menjadi film horor psikologis dengan nuansa supernatural yang kuat.

Di tangan sutradara Dom Dharmo, kisah tersebut dikembangkan menjadi tontonan yang lebih mendalam dan mencekam. Film ini juga diperkuat oleh deretan aktor muda seperti Fajar Nugra, Givina, dan Erdin Werdrayana yang diharapkan mampu membawa cerita terasa lebih hidup di layar lebar.

Di balik layar, ada pendekatan yang berbeda dari biasanya. SHOW Token membawa konsep pendanaan berbasis Web3 yang mengedepankan transparansi dan keterlibatan komunitas. Model ini bukan hanya soal investasi, tetapi juga membuka peluang bagi publik untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem film, sesuatu yang sebelumnya jarang terjadi di industri konvensional.

Menurut CEO SHOW Token, Akshay Melwani, proyek kedua ini menjadi pembuktian bahwa model pendanaan terdesentralisasi bukan sekadar konsep sesaat. Mereka ingin menunjukkan bahwa pendekatan ini bisa berjalan konsisten dan membangun kepercayaan jangka panjang di industri film Indonesia.

Kepercayaan diri itu bukan tanpa alasan. Film pertama mereka, Cerita Lila, berhasil mencetak lebih dari 723 ribu penonton di bioskop nasional. Angka tersebut menjadi bukti bahwa kombinasi antara cerita yang kuat dan sistem pendanaan modern bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

Melihat hasil tersebut, optimisme terhadap Pemikat Jiwa pun semakin besar. Apalagi tren cerita yang berasal dari media sosial kini memang sedang digemari karena terasa dekat dengan pengalaman banyak orang.

Menariknya, SHOW Token juga tidak hanya fokus pada produksi film. Mereka mencoba membangun ekosistem yang melibatkan penonton. Ada berbagai keuntungan yang ditawarkan bagi para pendukung, mulai dari akses di balik layar, undangan premiere eksklusif, hingga tiket nonton gratis. Bahkan, ada potensi mendapatkan keuntungan dalam bentuk revenue token setelah film dirilis.

Pendekatan ini membuat batas antara penonton dan pelaku industri menjadi semakin tipis. Penonton tidak lagi hanya menikmati hasil akhir, tetapi juga bisa ikut terlibat dalam perjalanan sebuah film sejak awal.

Dengan semua hal tersebut, Pemikat Jiwamembawa cara baru dalam memproduksi dan menikmati film, sekaligus membuka kemungkinan bahwa masa depan industri sinema Indonesia akan berjalan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE