Liverpool Resmi Pecat Pelatih, Strategi Bola Mati Hancur Bikin Pertahanan The Reds Makin Rapuh!

Liverpool Resmi Pecat Pelatih, Strategi Bola Mati Hancur Bikin Pertahanan The Reds Makin Rapuh!
- (Dok. AFP).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar mengejutkan datang dari raksasa Premier League, Liverpool, yang baru saja mengambil tindakan super tegas buat merombak jajaran staf kepelatihannya, Gen. Di tengah kompetisi yang makin sengit, manajemen The Reds secara resmi mendepak Aaron Briggs dari posisinya sebagai pelatih bola mati atau set-piece tim utama. Langkah drastis ini diambil karena performa pertahanan Liverpool dianggap makin mengkhawatirkan setiap kali lawan dapet peluang tendangan sudut atau bebas. Bayangkan saja, tim sekelas Liverpool yang biasanya punya pertahanan baja, musim ini malah jadi salah satu tim yang paling gampang ditembus lewat skema bola mati. Keputusan ini jadi bukti kalau manajer Arne Slot dan pihak klub nggak mau main-main sama penurunan standar yang terjadi di lapangan, apalagi masalah ini sudah mulai bikin poin-poin penting mereka melayang begitu saja.

Masalah rapuhnya pertahanan dalam menghadapi bola mati ini bener-bener jadi momok yang menghantui perjalanan Liverpool sepanjang musim 2025/2026. Lead dari pemecatan ini sebenarnya sudah tercium sejak beberapa pertandingan terakhir di mana kontrol permainan Liverpool sering tiba-tiba hilang gara-gara kebobolan lewat skema mati yang nggak perlu. Para fans dan pengamat mulai gerah melihat betapa gampangnya gawang Liverpool dijebol lawan setiap kali ada bola mati yang melambung ke area kotak penalti mereka. Perubahan staf ini dinilai sudah nggak bisa ditunda lagi sebelum kerusakan di klasemen jadi makin parah. Yuk, kita bedah statistik horor apa saja yang sebenarnya bikin posisi Aaron Briggs akhirnya harus berakhir tragis di Anfield, Gen!

Statistik Horor dan Titik Lemah yang Mematikan

Kalau kita intip datanya, statistik bola mati Liverpool musim ini emang bener-bener bikin merinding dalam arti negatif. Di luar gol dari titik penalti, nggak ada satu pun tim di Liga Inggris yang kebobolan gol dari situasi bola mati lebih banyak daripada Liverpool. Totalnya sudah ada 12 gol yang bersarang ke gawang mereka lewat skema ini. Sektor tendangan sudut jadi lubang paling besar, di mana cuma West Ham United yang punya catatan lebih buruk dari mereka. Kondisi ini makin parah karena pas lagi nyerang, Liverpool juga tumpul banget. Mereka cuma bisa bikin sekitar 2,4 gol tiap 100 kali dapet momen bola mati.

Hal ini makin kerasa efeknya pas Liverpool lawan Tottenham Hotspur dan Wolverhampton baru-baru ini. Padahal mereka sudah enak banget unggul 2-0 dan pegang kendali, tapi gara-gara kebobolan dari bola mati, momentum mereka langsung buyar. Alhasil, yang seharusnya menang santai malah jadi tegang sampai menit terakhir. Catatan kebobolan 8,2 gol per 100 situasi bola mati ini bener-bener jadi rapor merah yang nggak bisa dimaafkan oleh manajemen klub.

Virgil van Dijk Ngaku Frustrasi Berat

Aaron Briggs sendiri sebenarnya gabung ke Liverpool sejak Juli 2024 buat gantiin peran Vítor Matos. Awalnya dia cuma fokus di pengembangan pemain, tapi karena Liverpool nggak kunjung dapet pelatih spesialis bola mati yang pas, tugas berat itu akhirnya dikasih ke dia. Meskipun struktur staf sudah sempat dirombak musim panas lalu biar Briggs bisa fokus penuh, ternyata hasilnya tetap zonk dan nggak ada peningkatan yang berarti di lapangan.

Kekecewaan ini pun keluar langsung dari mulut sang kapten, Virgil van Dijk. Dia nggak malu buat jujur kalau masalah ini bener-bener bikin sakit hati seluruh anggota tim.

"Kami sudah bertahan sangat baik dalam banyak situasi bola mati. Tapi faktanya, kami kebobolan terlalu banyak dari situasi itu, dan itu menyakitkan," ujarnya. "Kami harus memperbaikinya. Ini soal repetisi, latihan, analisis. Saya bisa bilang setidaknya sekitar 75 persen atau bahkan lebih masalahnya bukan di duel pertama, tapi fase kedua yang justru mematikan."

Dengan pemecatan ini, Liverpool kini harus bergerak cepat cari pengganti yang lebih jago biar lubang di pertahanan mereka nggak terus-terusan dieksploitasi lawan di sisa musim Premier League.

Gimana menurut Gen, apakah pemecatan staf pelatih bola mati ini bakal langsung bikin pertahanan Liverpool kembali kokoh atau masalahnya sebenarnya ada di fokus para pemainnya sendiri?

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE