‘67’ Jadi Word of the Year 2025 Versi Dictionary.com, Tren Viral Tanpa Makna yang Kuasai TikTok
JAKARTA, GENVOICE.ID - Meskipun maknanya tidak jelas bahkan bagi penciptanya sendiri, Dictionary.com resmi menobatkan "67" (dibaca: "six-seven") sebagai Word of the Year 2025.
Istilah ini mendadak populer di TikTok dan menjadi simbol baru dari tren Gen Alpha yang penuh humor absurd dan spontanitas digital.
Dilansir dari InStyle, mengenakan atau menggunakan "67" di dunia maya dianggap sebagai cara instan untuk menunjukkan bahwa seseorang mengikuti tren internet terkini. Contohnya, pembawa acara TV Amerika Serikat Savannah Guthrie bahkan sempat tampil dengan kostum Halloween bertema "67", meniru gaya viral khas Gen Alpha.
Dictionary.com menjelaskan bahwa "67" adalah frasa yang "tidak masuk akal dan jenaka," namun berfungsi sebagai semacam "sinyal sosial" atau lelucon internal di kalangan muda. Fenomena ini bermula dari lagu rap tahun 2024 berjudul Doot Doot (6 7) karya Skrilla, yang memiliki bait "6-7" dengan nada khas dan mudah diingat. Bait ini kemudian sering muncul di TikTok dan Instagram, bahkan dikaitkan dengan bintang NBA LaMelo Ball yang tingginya kebetulan 6 kaki 7 inci.
Dalam sebuah video TikTok yang viral pada Agustus lalu, kreator pendidikan Mr. Lindsay menjelaskan bahwa daya tarik "6-7" muncul karena nadanya mudah diucapkan dan berirama, sehingga anak-anak mengulanginya tanpa sadar. "Tidak ada keadaan di mana seorang anak tidak mungkin mengatakan 'enam, tujuh'," ujarnya sambil menambahkan bahwa tren ini kini "terlalu sering digunakan".
Direktur leksikografi Dictionary Media Group, Steve Johnson, menyebut "67" sebagai "bagian dari lelucon, bagian dari sinyal sosial, dan bagian dari performa budaya." Menurutnya, generasi muda menggunakan kata itu bukan sekadar meniru meme, tetapi juga mengekspresikan perasaan dan kebersamaan digital mereka.
Skrilla, sang pencipta lagu, justru mengakui bahwa frasa tersebut memang tidak memiliki makna khusus. "Saya tidak pernah memberikan arti sebenarnya padanya, dan saya tetap tidak ingin," katanya kepada The Wall Street Journal. Ia menambahkan, mungkin justru karena tanpa arti itulah "67" menjadi begitu populer - semua orang bisa memakainya dengan cara mereka sendiri.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!