Waspada Osteoporosis di Usia Muda! Wanita Ini Alami 5 Tulang Rusuk Patah Gegara Pelukan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kejadian tak terduga dialami seorang wanita asal Jiangsu, China, setelah meminta pelukan dari suaminya karena merasa kedinginan. Bukannya merasa hangat dan nyaman, wanita tersebut justru mengalami nyeri hebat hingga kesulitan berdiri setelah dipeluk sang suami.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan lima tulang rusuknya mengalami patah, sementara satu tulang lainnya mengalami retakan halus. Cedera tersebut diduga terjadi karena kondisi tulangnya sudah rapuh akibat osteoporosis atau pengeroposan tulang.
Mengutip laporan Jingshi Live, suami wanita tersebut yang bernama Wang mengaku memeluk istrinya dengan tenaga seperti biasanya. Ia tidak pernah membayangkan tindakan sederhana itu bisa menyebabkan cedera serius pada tubuh pasangannya.
Saat pelukan berlangsung, keduanya mendengar suara seperti tulang yang bergemeretak. Tidak lama kemudian, sang istri langsung membungkuk sambil menahan rasa sakit yang luar biasa hingga tidak sanggup berdiri.
Wanita tersebut sempat menahan rasa sakit sepanjang malam sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit pada keesokan harinya. Pemeriksaan CT scan pada bagian dada kemudian memperlihatkan lima tulang rusuk patah dan satu lainnya mengalami hairline fracture atau retakan kecil.
Dokter memutuskan pasien tidak membutuhkan tindakan operasi untuk menangani cedera tersebut. Ia diberikan obat-obatan dan koyo terapi, kemudian diminta beristirahat di rumah serta menjalani pemeriksaan lanjutan secara berkala.
Dokter Temukan Osteoporosis pada Usia Muda
Mengutip Mothership SG, Wang mengungkapkan bahwa dokter mendiagnosis istrinya mengalami osteoporosis. Kondisi ini menyebabkan kepadatan tulang berkurang sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan mudah mengalami patah, bahkan ketika menerima tekanan yang relatif ringan.
Kondisi pengeroposan tulang tersebut diduga berkaitan dengan kebiasaan makan dan gaya hidup sehari-hari. Sang istri diketahui memiliki berat badan sekitar 45-50 kilogram serta terbiasa menjalani diet ketat dengan melewatkan waktu makan malam.
Selain pola makan, wanita tersebut juga rutin mengonsumsi setidaknya satu cangkir kopi setiap hari. Ia juga jarang mendapatkan paparan sinar matahari karena terbiasa menutupi tubuhnya ketika beraktivitas di luar ruangan.
Padahal, paparan sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D yang dibutuhkan untuk mendukung penyerapan kalsium. Jika kebutuhan vitamin D dan kalsium tidak terpenuhi, kesehatan serta kepadatan tulang dapat terganggu.
Menanggapi kasus tersebut, dokter spesialis bedah ortopedi dari Wuhan Asia Heart General Hospital, dr Yan Yanxiang, menyebut patah tulang rusuk akibat pelukan pada orang berusia muda sebagai kejadian yang sangat jarang. Ia juga menyoroti sejumlah kebiasaan wanita tersebut yang berpotensi berkaitan dengan kondisi tulangnya.
Menurut dr Yan, konsumsi kafein secara berlebihan dapat meningkatkan jumlah kalsium yang dikeluarkan tubuh melalui urine. Apabila kebiasaan tersebut disertai kurangnya paparan sinar matahari dan asupan nutrisi yang tidak mencukupi, kesehatan tulang bisa ikut terdampak.
Patah Tulang Rusuk Tidak Selalu Membutuhkan Operasi
Meski mengalami beberapa patah tulang rusuk sekaligus, wanita tersebut tidak harus menjalani prosedur pembedahan. Dokter menjelaskan bahwa cedera tulang rusuk umumnya dapat ditangani tanpa operasi selama tidak disertai komplikasi serius pada organ paru-paru.
Komplikasi yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas berat atau kondisi paru-paru kempis. Jika terdapat gangguan pada organ tersebut, pasien mungkin membutuhkan penanganan medis lebih lanjut sesuai hasil pemeriksaan.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa kondisi tulang yang rapuh dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami cedera dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, menjaga kesehatan tulang sebaiknya dilakukan sejak usia muda, bukan hanya ketika memasuki usia lanjut.
Tips Menjaga Kepadatan Tulang Sejak Dini
Untuk membantu menjaga kekuatan tulang dan mengurangi risiko pengeroposan, dr Yan mengimbau masyarakat memperhatikan asupan nutrisi serta kebiasaan sehari-hari. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
-
Penuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D. Konsumsi makanan bergizi yang mengandung kalsium dan vitamin D. Suplemen dapat dipertimbangkan apabila diperlukan sesuai saran tenaga medis.
-
Batasi konsumsi kafein. Hindari minum kopi atau teh pekat secara berlebihan karena konsumsi kafein yang tinggi dapat memengaruhi pengeluaran kalsium melalui urine.
-
Rutin berolahraga. Lakukan aktivitas fisik secara teratur, termasuk latihan beban atau resistance exercise, untuk membantu menjaga kekuatan dan kepadatan tulang.
Selain menerapkan kebiasaan tersebut, masyarakat juga perlu memperhatikan pola makan dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Apabila mengalami nyeri tulang yang tidak biasa atau memiliki faktor risiko osteoporosis, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui kondisi tulang lebih awal.