Bukan Cuma Trick or Treat, Ini 13 Tradisi Halloween Paling Unik di Berbagai Negara
JAKARTA, GENVOICE.ID - Halloween yang diperingati setiap 31 Oktober identik dengan kostum menyeramkan, dekorasi bernuansa horor, hingga tradisi meminta permen dari rumah ke rumah. Namun, perayaan yang berkaitan dengan Halloween ternyata memiliki bentuk yang sangat beragam di berbagai negara.
Sejumlah tradisi memiliki hubungan dengan kepercayaan dan kebudayaan mengenai kehidupan setelah kematian. Ada pula perayaan yang lebih menekankan penghormatan terhadap leluhur dan anggota keluarga yang telah meninggal daripada sekadar menghadirkan suasana seram.
Beberapa tradisi bahkan memiliki sejarah yang jauh lebih panjang daripada Halloween modern. Dari berpura-pura menjadi arwah tersesat di Filipina hingga pesta kostum di Stasiun Luar Angkasa Internasional, berikut sejumlah tradisi Halloween dan perayaan sejenis yang menarik untuk diketahui.
1. Trick or Treat di Amerika Serikat
Trick or treat menjadi salah satu tradisi Halloween paling populer di Amerika Serikat. Anak-anak biasanya mengenakan kostum karakter favorit atau tokoh menyeramkan, kemudian berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya untuk meminta permen.
Tradisi ini memiliki kaitan dengan kebiasaan kuno di Eropa, termasuk praktik yang berkembang dari perayaan Samhain. Dalam perkembangannya di Amerika Serikat, trick or treat menjadi bagian dari perayaan Halloween modern dan semakin populer pada abad ke-20.
Anak-anak biasanya akan mengetuk pintu sambil mengucapkan "trick or treat". Pemilik rumah kemudian memberikan permen atau makanan sebagai bagian dari tradisi tersebut.
2. Pangangaluluwa di Filipina
Di Filipina terdapat tradisi Pangangaluluwa yang memiliki kemiripan dengan kebiasaan meminta makanan dari rumah ke rumah. Tradisi rakyat ini dahulu banyak dilakukan di wilayah pedesaan dan melibatkan anak-anak maupun orang dewasa.
Peserta Pangangaluluwa biasanya mengenakan kostum dan berpura-pura menjadi arwah yang tersesat. Mereka kemudian berkeliling dari pintu ke pintu sambil bernyanyi dan meminta sedekah berupa beras atau uang.
Tradisi tersebut kini semakin jarang dilakukan dibandingkan masa lalu. Meski demikian, Pangangaluluwa masih menjadi bagian dari warisan budaya yang memperlihatkan hubungan masyarakat dengan kepercayaan mengenai orang yang telah meninggal.
3. Samhain di Irlandia
Irlandia memiliki hubungan erat dengan sejarah Halloween karena perayaan modern tersebut memiliki akar dari Samhain. Perayaan kuno ini menandai berakhirnya musim panen dan masuknya musim dingin.
Salah satu makanan tradisional yang berkaitan dengan perayaan tersebut adalah Barmbrack, sejenis kue padat yang berisi buah kering dan manisan jeruk. Dalam tradisi tertentu, benda-benda seperti cincin, kain, dan koin disembunyikan di dalam adonan untuk melambangkan nasib orang yang menemukannya.
Cincin dipercaya berkaitan dengan pernikahan atau kebahagiaan, sedangkan kain dan koin memiliki makna berbeda terkait kehidupan serta kondisi ekonomi. Tradisi tersebut membuat makanan Halloween di Irlandia memiliki unsur permainan sekaligus ramalan mengenai masa depan.
4. Teng Chieh di China
Teng Chieh atau Festival Hantu Lapar bukanlah Halloween dalam pengertian modern. Perayaan ini berkaitan dengan tradisi Tao dan kepercayaan mengenai arwah yang dipercaya berkelana di dunia selama periode tertentu dalam kalender lunar.
Pada hari ke-15 bulan ketujuh dalam kalender lunar, masyarakat dapat memberikan makanan, air, dan dupa sebagai bentuk penghormatan kepada anggota keluarga yang telah meninggal. Dalam kepercayaan tersebut, persembahan diberikan untuk menghormati dan menenangkan arwah.
Dalam beberapa tradisi keluarga, terdapat pula kebiasaan menyediakan satu kursi kosong di meja makan untuk leluhur yang telah tiada. Praktik ini menggambarkan kuatnya hubungan antara keluarga yang masih hidup dengan penghormatan terhadap orang yang telah meninggal.
5. Día de los Muertos di Meksiko
Día de los Muertos atau Hari Orang Mati merupakan salah satu perayaan paling terkenal yang berkaitan dengan penghormatan terhadap orang yang telah meninggal. Perayaan ini berlangsung pada 1 dan 2 November dan memiliki suasana yang berbeda dari gambaran Halloween yang identik dengan horor.
Masyarakat Meksiko justru merayakannya dengan warna-warni, musik, makanan, riasan, dan berbagai kegiatan bersama keluarga. Tujuannya adalah mengenang serta menghormati anggota keluarga yang telah meninggal.
Keluarga biasanya membuat altar yang disebut ofrenda dan menghiasinya dengan foto orang yang telah tiada, makanan, lilin, serta bunga marigold. Salah satu simbol yang terkenal adalah tengkorak dari gula yang menjadi bagian dari dekorasi perayaan.
6. La Festa di Ognissanti di Italia
Di Italia, tradisi yang berkaitan dengan Halloween juga berhubungan dengan perayaan All Saints Day dan All Souls Day. Pada 1 November, masyarakat memperingati Hari Semua Orang Kudus, sedangkan 2 November berkaitan dengan penghormatan kepada orang-orang terkasih yang telah meninggal.
Keluarga biasanya mengunjungi makam dan membawa bunga, terutama krisan, sebagai bentuk penghormatan. Mereka juga dapat menghadiri misa serta berkumpul bersama keluarga.
Salah satu makanan yang berkaitan dengan peringatan tersebut adalah Fave dei morti atau "kacang orang mati". Makanan tersebut memiliki hubungan dengan tradisi lama yang mengaitkan kacang dengan ritual pemakaman.
7. Fet Gede di Haiti
Haiti memiliki Fet Gede atau Festival Orang Mati yang berlangsung pada 1 dan 2 November. Perayaan ini berkaitan dengan tradisi Vodou dan penghormatan kepada leluhur serta sosok spiritual yang berkaitan dengan kematian.
Para peserta dapat mengenakan pakaian khas, menari, bernyanyi, dan mengunjungi pemakaman. Makanan dan minuman juga menjadi bagian dari berbagai praktik penghormatan terhadap mereka yang telah meninggal.
Meski berkaitan dengan kematian, suasana Fet Gede tidak selalu muram. Perayaan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul, mengekspresikan budaya, dan mengenang leluhur melalui berbagai kegiatan yang meriah.
8. La Toussaint di Prancis
Halloween tidak menjadi perayaan utama di Prancis karena masyarakat setempat memiliki tradisi La Toussaint atau Hari Semua Orang Kudus. Perayaan tersebut berlangsung pada 1 November, sehari setelah Halloween.
Pada momen tersebut, banyak masyarakat mengunjungi gereja dan pemakaman untuk mengenang anggota keluarga yang telah meninggal. Bunga juga biasanya ditempatkan di makam sebagai bentuk penghormatan.
Karena itu, nuansa peringatan terhadap orang yang telah meninggal lebih kuat dibandingkan pesta Halloween bergaya Amerika. Meski Halloween tetap dikenal, perayaannya tidak selalu menjadi bagian utama dari tradisi masyarakat Prancis.
9. Malam Halloween di Hong Kong
Hong Kong juga memiliki perayaan Halloween dengan gaya modern yang berkembang melalui berbagai tempat hiburan. Taman hiburan menjadi salah satu lokasi yang menawarkan acara Halloween dengan pertunjukan, kostum, serta atraksi bertema horor.
Hong Kong Disneyland, misalnya, pernah mengadakan rangkaian acara Halloween dengan karakter-karakter Disney dan pertunjukan khusus. Sementara itu, Ocean Park Hong Kong dikenal dengan berbagai atraksi Halloween yang menghadirkan rumah hantu dan pertunjukan bernuansa menyeramkan.
Perayaan tersebut memperlihatkan bagaimana Halloween dapat beradaptasi dengan budaya hiburan lokal. Suasana pesta dan atraksi menjadi bagian penting dari pengalaman Halloween di kota tersebut.
10. Halloween di Jepang
Halloween di Jepang berkembang dengan karakter yang berbeda dari perayaan di Amerika Serikat. Tradisi trick or treat dari rumah ke rumah bukan menjadi bagian utama, sementara penggunaan kostum justru berkembang sangat kuat.
Masyarakat Jepang dikenal serius dalam menyiapkan kostum, termasuk kostum yang berkaitan dengan budaya cosplay. Pada periode Halloween, berbagai kota dapat dipenuhi peserta parade, pesta jalanan, hingga acara dengan tema zombi dan karakter menyeramkan.
Ada pula perayaan Halloween yang memanfaatkan ruang publik seperti kereta. Pada momen tertentu, kereta yang biasanya digunakan untuk perjalanan sehari-hari dapat berubah menjadi tempat pesta dengan penumpang yang mengenakan berbagai kostum.
11. Dia das Bruxas di Portugal
Portugal memiliki Dia das Bruxas atau Hari Para Penyihir yang memiliki sejumlah kemiripan dengan Halloween. Salah satu kebiasaan yang dikenal adalah anak-anak berkeliling meminta makanan dari rumah ke rumah.
Berbeda dengan trick or treat di Amerika Serikat yang identik dengan permen, anak-anak di Portugal dapat meminta roti, buah, atau kacang-kacangan. Tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana kebiasaan meminta makanan dapat memiliki bentuk berbeda sesuai budaya setempat.
Kegiatan mengenang orang yang telah meninggal juga menjadi bagian dari suasana perayaan. Keluarga dapat mengunjungi makam kerabat dan menghiasnya dengan bunga serta lilin sebagai bentuk penghormatan.
12. Sint-Maarten di Belanda
Halloween di Belanda tidak memiliki posisi yang sama kuat seperti di Amerika Serikat. Perayaan tersebut lebih sering hadir melalui pesta atau acara hiburan, sementara masyarakat Belanda memiliki tradisi lain yang memiliki kemiripan dengan trick or treat.
Sint-Maarten dirayakan pada 11 November dan menjadi salah satu perayaan yang melibatkan anak-anak. Mereka berjalan dari rumah ke rumah sambil membawa lentera dan menyanyikan lagu untuk mendapatkan makanan atau permen.
Lentera tersebut secara tradisional dapat dibuat dari bahan seperti lobak atau bit gula. Tradisi ini menghadirkan suasana yang mirip dengan trick or treat, tetapi memiliki sejarah dan konteks budaya tersendiri di Belanda.
13. Pesta Kostum di Antartika dan Luar Angkasa
Halloween ternyata juga bisa dirayakan di tempat yang sangat jauh dari pusat perayaan di Amerika Serikat dan Eropa. Di Stasiun McMurdo, Antartika, para peneliti dan pekerja stasiun diketahui pernah mengadakan parade Halloween serta pesta dansa.
Perayaan tersebut bahkan dapat melibatkan orang-orang dari Scott Base milik Selandia Baru yang berada tidak jauh dari Stasiun McMurdo. Suasana Halloween menjadi salah satu kesempatan bagi para penghuni kawasan penelitian terpencil untuk berkumpul dan bersenang-senang.
Tidak hanya di Antartika, Halloween juga pernah dirayakan di Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS. Para astronaut mengadakan pesta kostum dan ditantang membuat kostum kreatif dengan memanfaatkan berbagai barang yang tersedia di fasilitas luar angkasa.
Berbagai tradisi tersebut menunjukkan bahwa Halloween dan perayaan yang berkaitan dengan kematian memiliki bentuk berbeda di setiap tempat. Meski sebagian menghadirkan suasana menyeramkan, banyak di antaranya justru menjadi cara untuk merayakan kehidupan, mengenang keluarga, dan mempertahankan warisan budaya.