WhatsApp Tambahkan Fitur Passkey untuk Akses Cadangan Obrolan Lebih Aman

Genvoice.id | 31 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - WhatsApp kembali memperkuat sistem keamanannya dengan menambahkan fitur passkey untuk mengakses cadangan obrolan yang telah dienkripsi end-to-end. Fitur ini memungkinkan pengguna membuka kembali cadangan obrolan dengan cara yang lebih mudah dan aman-tanpa perlu mengingat kata sandi panjang atau menyimpan kunci enkripsi secara manual.

Dengan passkey, pengguna dapat memanfaatkan pemindaian sidik jari, pengenalan wajah, atau kode kunci layar perangkat sebelumnya saat ingin memulihkan cadangan obrolan. Langkah ini menjadi solusi praktis bagi pengguna yang kehilangan ponsel atau berganti perangkat tanpa perlu khawatir kehilangan akses ke data percakapan mereka.

Menurut laporan TechCrunch (30/10), WhatsApp selama bertahun-tahun belum memiliki sistem enkripsi tambahan khusus untuk cadangan obrolan. Baru pada 2021, Meta selaku perusahaan induk memperkenalkan opsi enkripsi end-to-end untuk melindungi data cadangan dengan kata sandi atau kunci enkripsi sepanjang 64 karakter. Namun, metode tersebut dianggap kurang praktis karena pengguna harus mengingat atau menyimpan kunci tersebut dengan aman agar bisa memulihkan datanya.

Kini, dengan sistem passkey yang terintegrasi langsung dengan keamanan perangkat, proses tersebut menjadi lebih sederhana. Pengguna tak lagi perlu repot mencari kunci enkripsi atau takut lupa kata sandi.

Fitur ini akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa pekan hingga bulan mendatang. Untuk mengaktifkannya, pengguna bisa membuka menu "Settings" → "Chats" → "Chat Backup" → "End-to-end Encrypted Backup", lalu memeriksa apakah opsi passkey sudah tersedia di akun mereka.

Selain fitur keamanan baru tersebut, WhatsApp juga memperkenalkan sistem pendeteksi penipuan yang menargetkan pengguna lanjut usia. Meta akan menampilkan peringatan otomatis jika pengguna mencoba membagikan layar selama panggilan dengan kontak yang tidak dikenal. Langkah ini diambil karena metode berbagi layar sering digunakan pelaku penipuan untuk mencuri data sensitif seperti informasi perbankan atau kode verifikasi akun.

Dengan pembaruan ini, WhatsApp berupaya menjaga kenyamanan sekaligus meningkatkan lapisan keamanan bagi penggunanya di tengah meningkatnya risiko kejahatan siber dan pencurian data pribadi.