Pria Diduga ODGJ Tewas Ditembak 3 Polisi OKU, Ancam Meledakkan Diri Pakai Benda Hitam!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Insiden tragis dan mencekam yang terjadi di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Seorang pria bernama Padli (29) tewas ditembak oleh tiga anggota Polres OKU pada Selasa (28/10). Padli diduga kuat adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula dari penyelidikan kasus perusakan dua pos polisi. Dari rekaman CCTV dan kamera ETLE, didapatkan nama pelaku, yaitu Padli.
Kronologi Mencekam di Depan Rumah Pelaku
Berbekal data itu, tiga anggota polisi-Aipda D, Bripda AS, dan Bripka JF-mendatangi rumah Padli di Kecamatan Baturaja Timur.
Saat polisi sedang menyelidiki, Padli keluar dari rumahnya dan langsung mendatangi anggota sambil berteriak:
"Rupanya pelaku melihat anggota dari dalam rumah dan keluar mendatangi anggota dan berkata 'sini tangkap aku kalau mau ku kapak, aku ledakkan kau galo-galo, seraya mengambil benda bulat kecil warna hitam dari kantung celananya'," ucap Endro.
Padli kemudian mengambil benda bulat kecil berwarna hitam dari kantung celananya. Melihat ancaman ini, anggota polisi langsung mundur dan menjauh. Namun, Padli terus mendekat ke salah satu anggota. Padahal, saat itu polisi sudah mencoba menenangkan dan menjelaskan bahwa mereka adalah petugas.
Di tengah ancaman "ku ledakkan kau" yang berulang, Padli mengangkat tangannya. Di tangan kirinya memegang benda hitam bulat, dan di pinggangnya terlihat terselip senjata tajam jenis badik!
Tembakan Peringatan Tak Mempan
Saat jarak Padli dan polisi tinggal satu meter dan salah satu polisi sudah terjatuh di aspal, anggota lain mengambil keputusan untuk melakukan tindakan tegas terukur, sesuai Perkap Nomor 4 Tahun 2025.
Tembakan pertama dilepaskan ke arah bahu kiri dengan maksud melumpuhkan dan melepaskan benda hitam dari genggaman Padli. Sayangnya, tembakan ini tak mempan. Padli masih berteriak dan mengancam akan melempar. Akhirnya, tembakan kedua dilepaskan dan mengenai perut kiri Padli, hingga ia tewas.
Meskipun Padli diduga ODGJ, polisi belum memiliki surat medis resmi. Said Iqbal menyatakan bahwa Padli sehari-hari beraktivitas normal, namun memang mudah marah dan emosinya meledak-ledak.
Saat ini, ketiga anggota Polres OKU yang terlibat penembakan sedang menjalani pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Sumatera Selatan terkait tindakan yang mereka lakukan.