Liverpool Terpuruk! Bisa Jadi Juara Bertahan Terburuk dalam Sejarah Premier League

Genvoice.id | 31 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Musim lalu, Liverpool tampil luar biasa di bawah Arne Slot dan sukses mengangkat trofi Premier League 2024/2025. Tapi siapa sangka, hanya berselang satu tahun, performa mereka langsung terjun bebas. Kini, The Reds terancam mencatatkan sejarah buruk sebagai juara bertahan kelima dengan penurunan poin paling parah dalam sejarah Premier League.

Padahal di awal musim, Liverpool digadang-gadang bakal kembali bersaing di papan atas. Apalagi setelah belanja besar di bursa transfer dan hasil pramusim yang cukup menjanjikan. Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Kekalahan beruntun, performa pemain yang menurun, hingga strategi yang dipertanyakan membuat posisi Arne Slot makin panas.

Berdasarkan proyeksi, Liverpool kemungkinan hanya akan mengakhiri musim dengan 63 poin - terpaut 21 poin dari musim sebelumnya. Mantan pemain mereka, Jamie Carragher, bahkan menyebut kondisi ini sebagai "masa krisis". Menurutnya, tim kehilangan kekuatan fisik dan karakter yang selama ini menjadi identitas khas The Reds.

Fenomena seperti ini bukan hal baru di Premier League. Sebelumnya, beberapa klub besar juga pernah mengalami kejatuhan serupa setelah meraih gelar juara. Salah satunya adalah Leicester City pada musim 2016/2017. Setelah membuat kejutan besar dengan memenangkan liga, mereka justru terpuruk di musim berikutnya hingga hampir terdegradasi.

Chelsea juga sempat mengalami hal sama di era Jose Mourinho pada musim 2015/2016. Dari tim yang sebelumnya mendominasi, mereka tiba-tiba jatuh ke papan bawah klasemen dan bahkan memecat Mourinho di tengah musim. Blackburn Rovers pun mengalami nasib serupa pada 1995/1996, setelah kehilangan manajer Kenny Dalglish.

Dengan tren negatif ini, banyak pihak mulai mempertanyakan masa depan Arne Slot. Jika Liverpool gagal bangkit, mereka bisa saja menyusul daftar juara bertahan yang gagal mempertahankan performa, seperti Leeds United dan Leicester City.

Kini, semua mata tertuju pada laga melawan Aston Villa pada 2 November mendatang. Laga ini akan jadi ujian besar bagi Arne Slot untuk membuktikan bahwa Liverpool belum habis. Jika kalah lagi, The Reds tak hanya kehilangan peluang juara, tapi juga reputasi sebagai tim besar yang tangguh.

Apakah Liverpool bisa bangkit dari keterpurukan? Atau justru menambah daftar panjang juara bertahan yang gagal bersinar di musim berikutnya? Semua jawabannya akan ditentukan dalam beberapa pekan ke depan, Gen.