Cuaca Buruk di Jakarta, Pramono Anung Perintahkan Potong Pohon yang Berpotensi Tumbang
JAKARTA, Genvoice.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menginstruksikan jajarannya untuk segera memotong pohon-pohon yang dinilai berpotensi tumbang di tengah cuaca buruk yang melanda ibu kota dalam beberapa hari terakhir. Instruksi ini dikeluarkan setelah beberapa insiden pohon tumbang terjadi akibat hujan deras dan angin kencang.
Pramono menyebut ada sekitar 5.000 pohon yang masuk kategori rawan tumbang berdasarkan hasil pengecekan awal Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut). Pohon-pohon tersebut sebagian besar merupakan pohon tua, miring, atau memiliki akar yang melemah.
"Saya memerintahkan pohon-pohon yang sudah terlalu tua atau berpotensi tumbang untuk segera dipotong. Keselamatan warga itu yang utama," kata Pramono, Kamis (30/10), dalam keterangan resminya.
Instruksi pemotongan ini dikeluarkan setelah insiden pohon tumbang di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, yang menimpa mobil dan menewaskan satu orang. Pramono menegaskan kejadian serupa tidak boleh terulang.
Selain pemotongan, Pemprov DKI juga melakukan pemasangan penyangga untuk pohon yang masih bisa dipertahankan.
"Ada sekitar 5.000 pohon yang perlu penyangga. Kami minta Distamhut segera bergerak di semua wilayah," ujar Pramono.
Distamhut sendiri menargetkan pemasangan penyangga selesai dalam 3-6 bulan, sesuai tingkat kerawanan pohon di tiap wilayah. Beberapa titik prioritas mencakup jalur hijau, median jalan protokol, serta kawasan padat kendaraan dan pejalan kaki.
Warga juga diminta aktif melaporkan pohon yang terlihat miring, berakar terbuka, atau tampak rapuh melalui aplikasi JAKI atau kanal pengaduan resmi DKI Jakarta lainnya. Tujuannya agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum terjadi insiden.
Meski menginstruksikan pemotongan, Pramono menegaskan bahwa ruang terbuka hijau tetap harus dijaga. Pemotongan pohon dilakukan secara selektif dan hanya pada pohon yang benar-benar berisiko tinggi.
"Kita tetap butuh pohon sebagai peneduh dan penyerap polusi. Jadi pemotongan hanya untuk pohon yang betul-betul membahayakan," tambahnya.