Penjarahan Rumah Uya Kuya Tak Terbendung, Polisi Bongkar Alasan Kegagalan!
JAKATRA, GENVOICE.ID - Gen, drama politik dan dunia hiburan kembali bikin publik heboh. Nama Uya Kuya, yang belakangan ini ramai karena gaya jogetnya di gedung DPR, kini jadi sorotan lagi. Bukan karena konten lucu, tapi karena rumahnya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, digeruduk massa hingga terjadi penjarahan besar-besaran pada Minggu (31/8/2025) dini hari.
Polisi sebenarnya sudah dapat informasi soal pergerakan massa ke rumah anggota DPR RI dari PAN ini. Bahkan, personel Polsek Duren Sawit buru-buru mendatangi lokasi untuk mencoba meredam situasi. Tapi kenyataannya, usaha tersebut gagal total.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, menjelaskan pihaknya sudah memberi imbauan keras agar massa sadar bahwa tindakan itu adalah tindak pidana. Namun, karena jumlah massa terlalu besar dan situasi makin panas, aparat kewalahan.
"Polsek Duren Sawit mencoba lakukan imbauan kepada massa bahwa tindakan yang akan dilakukan dikategorikan sebagai pidana. Namun imbauan tersebut gagal," jelas Dicky.
Melihat kondisi yang tidak terkendali, Polres Jaktim akhirnya menurunkan tim gabungan dari Reskrim dan Samapta untuk melakukan tindakan lebih lanjut.
Latar belakang kemarahan publik ini sebenarnya sudah kelihatan sejak Uya Kuya tampil heboh joget-joget di gedung DPR. Aksi tersebut dinilai publik sangat nggak peka, apalagi momennya pas barengan dengan pengumuman kenaikan gaji dan tunjangan anggota dewan.
Kegeraman makin jadi setelah beredar narasi di media sosial yang menyandingkan penghasilan Uya sebagai artis-disebut hanya Rp10 juta-dengan gaji DPR. Meski belakangan Uya menegaskan kabar itu hoaks, amarah masyarakat keburu membesar.
Merespons situasi yang memanas, Uya Kuya langsung angkat bicara. Ia meminta maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat melecehkan perasaan rakyat.
"Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, tulus dari hati saya yang paling dalam untuk seluruh masyarakat Indonesia atas apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini," kata Uya.
Lebih lanjut, ia berjanji akan lebih hati-hati dalam bersikap, serius menjalankan amanah sebagai wakil rakyat, dan berharap diberi kesempatan untuk membuktikan komitmennya.
Dengan kondisi yang sudah terlanjur panas, peristiwa ini jadi pelajaran besar: tindakan publik figur sekecil apa pun bisa memicu reaksi besar. Apalagi kalau menyangkut isu sensitif seperti gaji DPR di tengah ekonomi rakyat yang lagi susah.