Heboh "Teror Pocong" dari Banten sampai Bali, Polisi Ungkap Banyak Kasus Ternyata Hoaks dan Rekayasa AI

Genvoice.id | 31 May 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Fenomena kabar "teror pocong" yang viral di media sosial dalam beberapa pekan terakhir membuat warga di sejumlah daerah resah. Mulai dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Bali, beredar berbagai video dan foto sosok menyerupai pocong yang disebut berkeliaran di permukiman warga pada malam hari.

Narasi yang berkembang bahkan sempat dikaitkan dengan aksi kriminal seperti pencurian, perampokan, hingga upaya meneror masyarakat. Kondisi tersebut membuat aparat kepolisian turun tangan melakukan patroli lapangan hingga patroli siber untuk menelusuri sumber informasi yang beredar.

Sejumlah orang pun telah diamankan polisi karena diduga terlibat membuat maupun menyebarkan informasi palsu terkait isu pocong gentayangan tersebut.

Kasus pertama yang ramai menjadi perhatian publik muncul di wilayah Tangerang Raya, Banten. Video penampakan pocong viral di media sosial dan membuat warga khawatir.

Polda Banten kemudian melakukan penyelidikan bersama aparat wilayah di Tangerang dan Tangerang Selatan. Dari hasil pemeriksaan, sosok yang disebut pocong ternyata hanyalah seorang pengamen yang mengenakan kostum menyerupai hantu.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Polisi juga meningkatkan patroli kewilayahan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif di tengah keresahan warga.

Tak lama setelah kasus di Banten viral, isu serupa merembet ke wilayah Kalideres, Jakarta Barat. Foto sosok berkain putih yang disebut pocong beredar luas dan dikaitkan dengan dugaan modus kriminal.

Namun setelah dilakukan pengecekan, polisi memastikan informasi tersebut tidak benar. Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang mengatakan pihaknya tidak menemukan kejadian seperti yang ramai dibahas di media sosial.

Menurut polisi, kabar tersebut hanya hoaks yang berkembang akibat kepanikan warga setelah melihat isu serupa di daerah lain.

Di Jawa Barat, sejumlah wilayah juga dibuat geger oleh isu "pocong jadi-jadian". Salah satunya terjadi di Depok. Foto viral yang disebut sebagai penangkapan pocong ternyata hasil editan semata.

Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono mengatakan gambar asli sebenarnya menunjukkan warga sedang duduk menunggu waktu salat sebelum kemudian diedit dan disebarkan di media sosial.

Kasus lain terjadi di Kabupaten Bekasi. Polisi mengungkap video pocong yang viral di wilayah tersebut merupakan hasil rekayasa artificial intelligence (AI) dan editing digital.

Seorang pria berinisial RS diketahui mengunduh gambar pocong dari internet lalu menyisipkannya ke foto rumah menggunakan aplikasi ponsel. Foto tersebut awalnya hanya dibagikan ke grup keluarga, namun kemudian menyebar luas hingga memicu keresahan publik.

Polisi telah meminta pelaku membuat surat pernyataan dan menyampaikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat.

Selain Bekasi dan Depok, isu serupa juga sempat muncul di Cirebon, Garut, Kabupaten Bandung Barat, hingga Sumedang. Sebagian besar kabar tersebut dipastikan tidak benar setelah polisi melakukan penelusuran langsung ke lapangan.

Di Kabupaten Bandung Barat, warga sempat mengaku melihat sosok menyerupai pocong mengetuk pintu dan jendela rumah pada malam hari. Polisi menduga pelaku merupakan manusia yang sengaja melakukan aksi teror.

Sementara di Sumedang, isu pocong bahkan dibumbui narasi membawa senjata tajam. Namun kepolisian memastikan tidak ada laporan ataupun kejadian nyata terkait kabar tersebut.

Fenomena viral "teror pocong" ini membuat aparat kepolisian di sejumlah daerah meningkatkan patroli siber guna mencegah penyebaran hoaks yang dapat memicu kepanikan masyarakat.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.