Bukan Cuma dari Tikus! Virus Hanta Ternyata Bisa Menular dari Debu Kotoran, Ini yang Harus Kamu Tahu

Genvoice.id | 31 May 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Belakangan ini, virus Hanta mulai ramai dibicarakan.

Banyak yang mengira penularannya hanya terjadi saat kontak langsung dengan tikus. Padahal, ada cara lain yang sering tidak disadari.

Salah satunya lewat debu.

Virus Hanta memang berasal dari hewan pengerat seperti tikus. Virus ini keluar lewat urine, kotoran, dan air liur. Masalahnya, saat kotoran atau urine itu mengering, partikel virus bisa bercampur dengan debu dan terhirup tanpa disadari.

Itulah kenapa penularannya bisa terasa "diam-diam". Tidak harus menyentuh tikus secara langsung, cukup berada di area yang terkontaminasi saja sudah berisiko.

Beberapa situasi yang dianggap sepele justru jadi titik rawan. Misalnya membersihkan gudang lama, menyapu area berdebu, atau berada di tempat yang banyak tikus. Saat debu beterbangan, partikel virus bisa ikut masuk ke saluran pernapasan.

Gejala awal virus ini sering mirip flu biasa. Mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga tubuh terasa lemas. Karena terlihat ringan, banyak orang tidak langsung sadar.

Padahal, dalam beberapa kasus, kondisi bisa berkembang cepat. Infeksi bisa menyerang paru-paru atau ginjal, menyebabkan sesak napas, penumpukan cairan di paru, hingga gagal napas.

Tingkat bahayanya juga tidak main-main. Pada kasus tertentu, angka kematian bisa mencapai sekitar 40 persen jika sudah masuk fase berat.

Meski begitu, penularan antar manusia tergolong jarang. Sebagian besar kasus tetap berasal dari paparan lingkungan yang terkontaminasi tikus.

Karena itu, pencegahan jadi kunci utama. Hal sederhana seperti menjaga kebersihan rumah, menghindari area yang penuh tikus, dan menggunakan masker saat membersihkan tempat berdebu bisa membantu menurunkan risiko.

Virus ini memang tidak selalu terlihat, tapi cara penyebarannya cukup jelas. Yang sering jadi masalah justru karena dianggap sepele. Tetap waspada, Gen!