RI dan Jepang Kompak Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah, Soroti Energi hingga Keamanan

Genvoice.id | 31 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat memperkuat kerja sama dalam merespons dampak konflik di Timur Tengah yang kian memanas. Kesepakatan ini disampaikan dalam pertemuan antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden RI Prabowo Subianto di Tokyo, Selasa.

Dalam konferensi pers bersama, Takaichi menegaskan bahwa kedua negara memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas global, terutama terkait pasokan energi yang terdampak konflik. Ketegangan di kawasan tersebut telah memicu kekhawatiran terhadap distribusi minyak dan mendorong kenaikan harga di pasar internasional.

Selain isu energi, Jepang dan Indonesia juga sepakat memperluas kerja sama di bidang ekonomi dan keamanan. Jepang menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan hubungan dengan Indonesia, termasuk dalam konteks dinamika geopolitik kawasan Indo-Pasifik.

Pertemuan ini menjadi yang pertama sejak Takaichi menjabat sebagai perdana menteri pada Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, Jepang juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI), serta memperkuat kapasitas keamanan maritim.

Takaichi menyebut hubungan kedua negara sebagai kemitraan strategis yang telah terjalin lama. Ia menilai kerja sama ini penting untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Sementara itu, Prabowo Subianto menilai hubungan Indonesia dan Jepang dapat menjadi contoh bagi negara lain. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi situasi internasional yang penuh ketidakpastian.

Prabowo juga menyampaikan keinginan Indonesia untuk turut berperan dalam meredakan ketegangan global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara memang telah memperkuat kerja sama pertahanan, termasuk melalui skema bantuan keamanan dari Jepang dan latihan militer bersama. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang semakin dinamis.

Konflik di Timur Tengah, yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, turut berdampak pada jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz. Kawasan ini menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia, sehingga gangguan di wilayah tersebut berdampak langsung pada banyak negara.

Jepang diketahui sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah, sementara Indonesia juga masih mengandalkan kawasan tersebut untuk sebagian kebutuhan energinya.

Kunjungan Prabowo ke Tokyo selama tiga hari juga mencakup pertemuan dengan Naruhito dan Fumihito, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan Jepang diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan global, sekaligus menjaga stabilitas kawasan di tengah situasi yang tidak menentu.