Gattuso Umumkan 23 Pemain Italia untuk Final Playoff Piala Dunia 2026, Akui Laga Hidup Mati

Genvoice.id | 31 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, resmi merilis daftar 23 pemain yang akan dibawa menghadapi laga final playoff Piala Dunia 2026 melawan Bosnia and Herzegovina national team.

Duel krusial ini akan digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.

Pertandingan ini menjadi penentuan nasib bagi Italia untuk mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia FIFA 2026. Pemenang laga akan bergabung di Grup B bersama Kanada, Qatar, dan Swiss, membuat tekanan terhadap Azzurri begitu besar.

Italia datang dengan modal positif usai mengalahkan Irlandia Utara 2-0 di semifinal. Gol dari Sandro Tonali dan Moise Kean menunjukkan efektivitas permainan tim asuhan Gattuso dalam memanfaatkan momentum di babak kedua.

Namun, jelang laga penentuan ini, Gattuso harus memangkas skuadnya dari 28 menjadi 23 pemain. Salah satu perubahan mencolok adalah kembalinya Andrea Cambiaso ke dalam daftar. Bek sayap Juventus itu diharapkan memberi fleksibilitas di sisi lapangan.

Keputusan tersebut membuat Giorgio Scalvini harus tersingkir dari skuad utama dan hanya menjadi penonton. Selain itu, Gianluca Scamacca masih absen karena cedera, sementara Elia Caprile, Nicolo Cambiaghi, dan Diego Coppola juga tidak masuk dalam rencana akhir.

Meski ada perubahan dalam daftar pemain, Gattuso diperkirakan tidak akan mengutak-atik komposisi starting XI. Duet Moise Kean dan Mateo Retegui diyakini tetap menjadi andalan di lini depan, dengan dukungan lini tengah yang dikomandoi Manuel Locatelli.

Gattuso sendiri mengaku menikmati tekanan tinggi jelang laga besar seperti ini. Menurutnya, ketegangan justru menjadi bagian yang membuat sepak bola terasa hidup. Ia menegaskan bahwa timnya tidak boleh terjebak trauma setelah gagal lolos ke dua edisi Piala Dunia sebelumnya.

Di sisi lain, Italia harus mewaspadai ancaman dari kapten Bosnia, Edin Dzeko. Penyerang veteran itu tetap berbahaya meski telah berusia 40 tahun, terutama dengan pengalamannya menghadapi bek-bek Italia saat membela AS Roma dan Inter Milan.

Bermain di Zenica juga bukan perkara mudah. Bosnia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Wales lewat adu penalti di semifinal. Atmosfer kandang dipastikan akan menjadi ujian mental tersendiri bagi Italia.

Laga ini menjadi pertaruhan besar bagi Azzurri untuk mengembalikan martabat mereka di panggung dunia. Setelah absen di dua edisi sebelumnya, kemenangan atas Bosnia akan menjadi langkah penting untuk mengakhiri "kutukan" dan memastikan Italia kembali tampil di Piala Dunia.