Diserang Anjing di Bandung Kulon, Bocah Alami Panas hingga Kejang

Genvoice.id | 31 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dua bocah bersaudara, Arisa dan Kanisa, menjadi korban penyerangan kawanan anjing di RT 04/RW 10, Kelurahan Warung Muncang, Bandung Kulon, Kota Bandung, Rabu (28/1/2026).

Peristiwa itu terjadi saat keduanya berjalan pulang usai membeli jajanan bersama kakek mereka, Agus.

Menurut penuturan Agus, insiden bermula ketika mereka melintas di sebuah belokan jalan. Dari arah Jalan Rajawali, tiba-tiba muncul segerombolan anjing berukuran besar. Meski sudah berusaha menepi hingga ke pinggir benteng, salah satu anjing mendadak berbalik arah dan langsung menyerang cucunya.

"Pas di belokan lihat segerombolan anjing. Awalnya mau ke bapak dulu, tapi langsung ngarah ke cucu, ke bagian kepala," ujar Agus.

Dalam kejadian tersebut, Kanisa mengalami gigitan di bagian belakang kepala dan pinggang. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pindad oleh orang tuanya untuk mendapatkan penanganan medis, termasuk pemberian vaksin. Namun kondisi korban sempat memburuk pada malam hari.

"Malamnya panas sampai 39 derajat dan kejang-kejang. Dibawa lagi ke rumah sakit sampai jam 12 malam," kata Agus.

Saat ini kondisi korban dilaporkan berangsur membaik. Meski demikian, Agus menyebut cucunya masih sering mengeluhkan pusing dan rasa tidak enak badan, terutama menjelang waktu magrib. Selain dampak fisik, trauma psikologis juga masih membekas.

"Sekarang jadi takut. Kalau dengar suara gonggongan anjing langsung ketakutan. Keluar rumah juga harus ditemani," ujarnya.

Agus menegaskan anjing yang menyerang bukan berasal dari lingkungan sekitar, melainkan dari kawasan Rajawali, Jalan Sudirman. Pemilik anjing diketahui setelah hewan tersebut terlacak melalui chip yang terpasang, dan telah mendatangi rumah korban.

Pemilik anjing disebut menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Namun hingga kini belum ada perhitungan biaya pengobatan karena korban masih menjalani perawatan lanjutan.

"Ya ada tanggung jawab, tapi sampai sekarang belum ada kalkulasi biaya. Soalnya masih perawatan dan ada kontrol lagi," kata Agus.

Terkait penyebab anjing-anjing tersebut bisa lepas, pemilik menduga ada dua kemungkinan, yakni gerbang rumah dibuka oleh pemulung atau pembantu rumah tangga lupa mengunci gerbang. Anjing-anjing tersebut diketahui ditempatkan di garasi, bukan di dalam rumah.